Archive for June, 2006

Itung mundur yukk??

Thursday, June 29th, 2006

Baru saja aku membaca sebuah novel karya penulis terkenal Lilian Jackson Braun berjudul "The Cat Who Could Read Backwards". Awalnya sih aku gag tertarik membaca buku ini, namun gara-gara ngerjain paper gag selesai-selesai, muncullah iseng2ku untuk beli dan baca novel. Beli novelnya cuma di tempat jualan buku bekas di Jalan Saint Laurent dengan harga $1. hahahha… biasalah, ngirit is the best. Kalau bekas aja masih bagus, kenapa beli baru, ya toh?

Di dalam novel itu diceritakan tentang seekor kucing siam yang bisa membaca mundur dari belakang. Contoh: AGUS. Maka dia akan mengendus huruf S-U-G-A. Dari sini, Sang Pemilik akan tau apa yang ingin dikatakan oleh kucing yang bernama Ka’o Ko Kung atau Koko tersebut.

Koko hidup dengan seorang majikan nyleneh yang bekerja sebagai penulis kritik karya seni di kolom sebuah majalah bernama FLUX. Akibat kritikan pedasnya, komunitas seni sangat membenci majikan Koko. Akibatnya, pada suatu saat majikan tersebut di temukan mati tertusuk di depan apartemennya.

Dan…. bisa ditebak akhirnya yang menemukan petunjuk untuk menemukan si pembunuh adalah si Koko dengan cara mengendus nama pembunuhnya dari belakang. He could read backwards! Fantastic.. isn’t it? (Cerita lengkap plus intrik nya baca sendiri yah..)

Setelah membaca novel tersebut, ketertarikanku terhadap kucing Siam menjadi bertambah. Dari keterangan yang aku peroleh, kucing Siam pertama kali diekspor ke daratan North Amerika dari Thailand. Anatomi tubuh kucing ini sangat menarik. Berbeda dari kucing biasa yang cenderung buntal, kucing Siam memiliki tubuh ramping atletis dan memanjang. Warna bulunya pun sangat khas dipengaruhi oleh gen dan lingkungan tempat dia tinggal. Kerumitan perpaduan antara genetik dan fenotipik kucing Siam menjadikan bulu2nyai berwarna putih atau abu-abu sekujur tubuh, dan berwarna hitam-coklat di daerah muka dan kepala.

Yang paling menakjubkan dari kucing Siam adalah matanya yang berwarna biru jernih. Banyak yang menganggap bahwa mata kucing Siam mampu mencerminkan tingkat intelegensia Sang Kucing.

Gerakan kucing Siam juga tergolong atletis, sehingga digambarkan seolah-olah dia bisa melayang ketika melompat.Hal ini disebabkan tubuhnya memanjang dan ditumpu oleh ekor yang panjang, sehingga menimbulkan keseimbangan yang tepat.

Melalui suara-nya pula, banyak orang yang menduga kucing Siam ini bisa berkomunikasi dengan manusia.

Dengan banyaknya keunikan kucing Siam khususnya dan kucing pada umumnya, tak heran jika Lilian Jackson Braun hobi sekali menulis tentang kucing. Sudah ada sekitar 14 buku cerita non-fiksinya yang menceritakan tentang kucing! WOW!

Favoritku, ya tentu saja Koko, si cat who could read backwards.

Hampir sama dengan Koko, saat ini aku pun sedang dihadapkan pada proyek literasi membaca mundur. Bedanya adalah: jika Koko harus membaca huruf, aku harus membaca angka di tanggalan. Huaaaaaaaaaaa :((

3….2….1…..bersedia…siap…..goaaaaaaallllllll

Tiga hari lagi mas datang! 1 Juli 2006….setelah 10 bulan 15 hari menunggu akhirnya……….Hurrayyyyyyyy!!!

Mengenai status gw dan kenapa gw sering ngeblog

Tuesday, June 27th, 2006

Sebuah pilihan sulit ketika aku mengisi form friendster tentang status. Pilihan-pilihan yang ada di situ antara lain: It’s complicated! In relationship, Single, Married, Domestic Partner. Kelima pilihan ini sempat membuatku garuk-garuk kepala.

Pertamakali ketika aku bergabung dengan friendster di awal tahun 2005, statusku waktu itu masih single, so gampang aja kuisi single. Status single ku ini bebas membuatku untuk send smile sana sini dan testi kesana-sini. Siapa tau ada cowok ganteng yang mirip Totti melihat profileku (hihihihi)

Namun gag lama kemudian aku menikah (Juli 2005). Karena masih anget-angetnya, statuspun ku naikkan jadi "married" (setara dengan status awas-nya Merapi nih). Tujuannya promosi dan membanggakan suamiku yang punya kumis kaya tukang sate itu (ssst jangan bilang2 ya..)

Namun, dalam perjalanan perahu rumah tangga kami, sang Kapten (suamiku) dan chef-nya (aku..hiks..) harus berpisah: jakarta - montreal.

Perpisahanan ini merupakan saat-saat terberat yang menguji mental dan kesetiaan kami sebagai pasangan. Tidak sedikit cobaan yang datang dan mengusik ketentraman rumah tangga baru yang dua belah kakinya berdiri di lain benua (Asia dan Amerika).

Cobaan terberat yang kami alami terutama adalah mengalahkan ego sendiri dan membuka telinga untuk mendengarkan. Yeah. "listen", you got to listen more often to your partner.

Suatu ketika, aku dan mas bertengkar -udah gag inget kenapa-, namun pertengkaran itu membuatku menggoda mas dengan cara menurunkan statusku di friendster "In relationship". Hahhhahah kekanak-kanakan banget ya??

Terus dengan narsis nya, aku masuk ke friendster mas dan nulis testi buat diriku sendiri yang berbunyi:

"Sayank
jangan marah ya
U’re the best ever in my life"

Testi yang kutulis sendiri itu akhirnya kuapprove sendiri dan muncul di halaman friendsterku sendiri. Narsis memang.

Tapi ternyata testi itu gag bohong. Ketika mas tau, mas komentar dia akan menulis seperti itu untuk menghiburku kalau sedang manyun.

Sekarang aku tau  bahwa apa aku adalah cerminan mas. Yang aku tulis adalah apa yang ingin mas katakan. Dengan ini pula aku tau "in relationship" kami berarti "apa yang mas pikirkan, tercermin dalam apa yang akan aku lakukan"

In relationship ini juga berarti "aku memiliki seumur hidupku untuk terus belajar mengenal mas.
Dan aku juga tau "setiap mas mengambil nafas, ia juga mengambilkan nafas untukku."

So, kenapa aku ngeblog?

Aku ngeblog agar mas tau bahwa I dedicated this blog to him.

huu uu uu uuu gw jadi haruuu uuu uu uuu

Satu lagi.: Sexwork in Montreal

Monday, June 26th, 2006

"Dia bekerja." kata mereka
"Apa?" tanyaku
"Sexwork." jawab mereka.

Ihhh mana tau aku kalau sexwork itu legal di Kanada. Yang jelas selama aku jalan-jalan ke Saint Catherine banyak yang menyediakan jasa esek-esek dari striptease sampai jualan sextoys, tapi sungguh bodoh aku karena tidak tahu bahwa prostitusi itu legal.

Mungkin karena legal itulah, sehingga aku tidak pernah ketemu "pelacur" di jalanan Montreal. Jika ada agen dan distibutornya kenapa harus ngider?? Sungguh naif benar aku ini, jalan malam-malam di Saint Catherine cuma pengen lihat pelacur bule. Hahahaha…

Intinya, prostitusi di Montreal itu legal sejak tahun 1850. Hebat ya? Ketika Indo masih sibuk dengan perang Diponegoro, orang-orang Kanada sudah memikirkan masalah penyaluran hasrat seksual. Hihihihi.

Namun, prostitusi yang dilegalkan adalah prostitusi yang dilakukan secara terorganisir, jadi kalau ngider di jalan-jalan tidak pernah legal. Bahkan, pelacur yang ngider bisa ditangkap polisi dan kena denda, sama dendanya seperti kalau loitering (sekitar $200). Ide untuk mengorganisir pelacuran dan melegalkan pelacuran ini, disatu sisi melindungi pelacur dan pendoyan pelacur dari kekerasan seksual maupun pemerasan, karena yang diatur pun termasuk masalah tarif dan sevis. Ckckckckck. *Geleng-geleng*. TAPI, di sisi lain, orang harus membuang jauh-jauh etika dan norma agamanya ketika bersentuhan dengan pasal-pasal pelacuran ini. *Ngelus dada sendiri*

Gimana dengan Indonesia? Mau membuka kembali Dolly, Moro Seneng, Pasar Kembang?? Pikir-pikir dulu deh. RUU APP (Anti pornografi dan pornoaksi) aja bikin rusuh, apalagi merencanakan menghidupkan rumah bordil. Jangan coba-coba melontarkan ide ini ke pemerintah Indonesia.

Lho, Nduk, nek menurutmu pelacuran kui opo tho?
Sederhana mbak… dodolan daging ora nganggo kathok.

Huahauhuahuahua

Kembang api= Fireworks

Monday, June 26th, 2006

Satu event lagi di Montreal. Setelah kemarin ada Grand Prix 22-24 June, terus ada Festival Mode and Design 2006 di Eaton, Fete du Quebec, aku sempat melongok ke International des-feux Loto-Quebec. Hmmm… apaan nih?

Ini adalah kompetisi perkembangapian tingkat internasional. Disini negara-negara kontestan menunjukkan kebolehannya dalam berkembang api ria. Tidak kurang dari 22 negara mengikuti kompetisi kembang api sejagad yang bertempat di LaRonde Montreal, tepatnya didekat Casino de Montreal yang wah and wow itu. LaRonde sendiri merupakan taman bermain terbesar di Quebec yang sayangnya hanya buka di musin panas.

So, ada apa ya di kompetisi kembang api internasional. Yang jelas ada pergelaran kembang api mahadahsyat yang pernah kulihat selama ini (hihihih maklum ndeso, jreng!). Pertunjukan kembang api dilakukan tiap hari Sabtu dan Minggu, mulai jam 10.00 s/d 10.30 pm. Setengah jam doang :( Tapi, tunggu, biarpun cuma setengah jam, itu akan menjadi setengah jam yang bergemerlapan cahaya dan membudegkan telinga. Why? dalam setengah jam itu, tim-tim internasional gila-gilaan meledakkan kembang apinya diudara dan membuat udara Montreal penuh warna. Cantik booo..gw aja masih suka ngelindur ngebayangin tidur dibawah langit seperti itu.

Then, menurut website yang ku baca (www.fireworks-montreal.com), kompetisi fireworks ini murni untuk pride and prestige bukan untuk uang. Huaaa, gw jadi terharu. Nah, tempat yang digunakan untuk meluncurkan kembang api itu sendiri merupakan lokasi permanen yang dibangun dengan biaya $250.000. Sayangnya, tidak ada publikasi resmi mengenai berapa biaya untuk setiap peluncuran kembang api. Menurut perkiraanku sampai ratusan ribu dolar. Next, setiap malam kembang api, sedikitnya 10.000 orang berkumpul untuk melihat pertunjukan hebat ini. Ada yang berada di dalam LaRonde dengan disediakan kursi khusus, atau seperti gw yang nonton dari banks of Saint Laurent (maklum geratisan). Pokoknya semua jalan yang menuju LaRonde ditutup dari kendaraan bermotor dari pukul 8.00 s/d 11.00 pm. So kalau mau kesana, mending naik bis, metro, atau jalan kaki. Yang jelas sebelum jam 8.00 sebaiknya sudah on site.

Tahun kemarin yang menang adalah Argentina, nah tahun ini, gw gak tau yang bakalan menang. Kayanya semua menang aja deh, bagus2 semua sih. Tapi semua akan bergantung pada kata Juri. Uniknya, juri dipilih berdasarkan pendaftaran melalui email. Jadi, siapapun berhak mendaftar menjadi juri dalam kompetisi ini. Siapa tau tahun depan, jurinya aku. *maunya*

Hmmm…kalau gitu kira-kira siapa ya yang akan menang?

Hidup Si Endut Ronaldo!!!…hehehehehehe….

Ketika kematian menjadi kawan

Saturday, June 24th, 2006

"Kematian adalah sederhana, sesederhana daun jatuh yang luruh ke bumi. Yang tidak sederhana adalah perasaan manusia, etika dan budaya yang dibawanya…"

Beberapa hari ini dia cuma diam, tidak bergerak,tidak merespon, tidak berbuat apa-apa. Rambut luruh satu persatu akibat kemoterapi yang dijalaninya. Sudah dua bulan ini dia berada di sana, ruang sempit yang selalu bau antibiotik dan painkiller. Sudah beberapa hari pula, beberapa orang berbaju putih didatangkan kepadanya; berdoa sedikit lalu pergi.

"Apa artinya?" tanyanya dalam hati.
"Aku sudah melawan selama berbulan-bulan. Demi ayah, ibu, saudara-saudaraku aku telah melawan."
"Tapi apa aku salah jika ternyata aku kalah?"

Dia asyik beretoris pada dirinya sendiri. Tabung pernafasan dan selang suplai makanan yang menyumbat mulut dan hidunnya, membuat dia kehilangan kesempatan untuk berbicara.
Matanya terpejam namun jiwanya masih mampu memandang: seorang perawat sedang menyuntikkan painkiller di selang infusnya.

"Aku mau euthanasia."
"Bukan bunuh diri."
"Tapi euthanasia."

Wanita berusia senja masuk ke kamarnya. Ibu, dia biasa memanggil seperti itu. Sang ibu duduk pias memandangi wajah puterinya dari balik kacamata tuanya. Ibu menangis. Anak perempuan ini dulu disusuinya dua puluh bulan. Anak perempuan ini sempat menghadiahkan keceriaan dalam hidupnya selama lebih dari 20 tahun sebelum kebahagiaan itu berakhir menjadi kekhawatiran dan teror akan datangnya kematian.

"Maaf, Bu, puteri anda terkena kangker rahim stadium III, sekarang ini satu-satunya jalan adalah kemoterapi."

Ibu jatuh terduduk. Vonis dokter beberapa bulan yang lalu telah menghabiskan energinya dan menguras kesedihannya. Ibu tau, ia akan kehilangan seseorang yang sangat dicintainya. Ini hanya masalah waktu.

Beberapa hari lalu, puteri kehilangan kesadaran. Kata dokter ini sudah permanen. Sel-sel kangker itu telah menghabiskan daya hidup puteri dan membuat dia jadi vegetable: vegetatif phase dari kehidupan. Bernapas namun tidak merespon rangsangan, kata orang "koma".

Tapi puteri masih punya keinginan. Dia harus menyampaikan keinginnanya itu:

"Ibu, aku mau berkawan dengan kematian…"
"Aku mau euthanasia"
"Sudah saatnya aku mengakhiri masa vegetatifku dan kematian otakku."
"Ibu, aku ingin kematian yang sempurna."
"Taukah kau, ibu, jikapun kau putus selang pernapasan dan selang makananku, aku tidak akan merasakan apa2, karena otakku telah mati, syarafku sudah tidak berfungsi, rangsangan sudah tidak berarti apa2 buatku"
"Tolong, ibu, bunuh aku dengan cintamu…"

Malam itu seorang berpakaian putih datang menghampirinya. Dia duduk sebentar memandangi wajah puteri. Meski tidak dengan indera duniawinya, puteri tau siapa yang datang. Suster. Mau apa dia datang malam-malam?

Suster menangis. Dia pandangi  wajah puteri yang pias.

"Aku akan mengenalkanmu pada kawanku, sang kematian." katanya.

Puteri terhenyak. Inilah saatnya.

Suster mencabut selang pernapasan puteri pelan-pelan. Puteri yang jauh hari telah memasuki fase vegetatif diam saja. Ia tidak merasa apa-apa. Ringan bagai biji-biji dandelion meninggalkan grafitasi dunia. Terbang seperti jiwa-jiwa yang dicabut nyawanya.

"Oh, terimakasih suster.."
"Terimakasih, kau telah menghadiahi aku sebuah kematian. Setidaknya, setelah ini, ibu tidak akan memiliki harapan semu lagi bahwa aku akan kembali. Tidak, aku tidak akan kembali."

"Terimakasih, suster, kau telah menjadikan kematian sebagai kawan…"

Beberapa hari kemudian, headline surat kabar memberitakan: SEORANG SUSTER MELAKUKAN PEMBUNUHAN TERHADAP PASIENNYA

Dari suatu tempat yang tidak terdefinisi, "Tolong jangan hukum susterku, dia adalah sahabat yang telah menghadiahi aku kematian. Aku berhak untuk mati…"

"Salahkah aku jika aku ingin kematian menjadi hakku??"

Kalau ini soal fete

Friday, June 23rd, 2006

Huss! Pete melulu!
IIhhh reseh banget! Baca dulu baru komentar.

Yang akan aku bahas di sini adalah Fete pakai huruf F bukan Pete pakai huruf P. Lho? Emang fete apaan?

Tanggal 22 dan 23 Juni di Montreal ini ada peristiwa yang dianggap penting oleh masyarakat Montreal, Quebec dan sekitarnya. Mereka berbondong-bondong berparade merayakan Fete Nationale du Quebec atau the national Festival of Quebec. Kadang Fete Nationale du Quebec ini disebut juga sebagai Quebec National Holiday. Even akbar ini dikoordinasi oleh Comite organizateur de la Fete Nationale (tul gak ya ejaannya?).

Nah, gegap gempitanya holiday ini membius seluruh pojok kota Montreal, semua kantor tutup, semua sekolah tutup, perpustakaan tutup. Yang mau berfestival di persilakan tumplek ke jalan pakai pakaian maupun tidak pakai pakaian tidak dilarang. Hmmm….

Originally, Fete yang satu ini merupakan tradisi pagan masyarakat Perancis, dan sudah diperingati sejak 2000 tahun lalu, terutama untuk merayakan datangnya summer solistice (yaitu ketika matahari summer berada di belahan bumi utara, pada latitude 23 45 derajat).

Nah, ketika masyarakat Perancis dengan semangat kolonialismenya mendunia, mereka membawa-bawa juga tradisi perayaan summer solistice ini sampai ke Kanada, khususnya Quebec. Di Quebec sendiri, perayaan Fete Nationale du Quebec berada di bawah perngaruh kristianisme juga dirayakan sebagai Saint-Jean-Baptiste-Day dimana penganut kristianisme dianjurkan untuk berpuasa.

Lucunya, sekarang ini sudah banyak yang melepaskan nilai religius dari Saint-Jean-Baptiste-Day. Bahkan, banyak yang mengartikan Fete Nationale du Quebec ini sebagai "hari libur dari kerja nasional" dan "hari berkumpul dengan keluarga nasional."

Terlepas dari bagaimana Franchophone (masyarakat Perancis) memaknai Fete, keberadaan Fete sendiri sungguh melegakan, seperti oase di hari-hari sibuk musim panas. Contohnya? Pertama, banyak festival dan konser gratis untuk dilihat, seperti Konser Jazz jalanan dan catwalk di Eaton. Kedua, hari ini dan besok, aku libur tidak ke perpus karena perpusnya tutup. hahhahahhah. Gimana cepat rampung nulisnya kalau libur melulu?

Duh, sial, aku lupa menimbun makanan untuk hari ini dan besok. Huaaaa toko2 pada tutup gak sih?
Jangan2 aku harus makan pete lagi. Hiks

Fakta tentang Parkia speciosa

Thursday, June 22nd, 2006

Di postingan kali ini, saya akan ngomong yang benar-benar dan fakta-fakta saja. Kali ini fakta yang ingin saya ungkap adalah tentang Parkia speciosa alias petai. Menyambung  Dr. Aminudin dari UKM (Universitas Kedokteran Malaysia) yang mengungkapkan fakta-fakta menarik mengenai pete,saya akan sedikit membahasnya terutama fakta yang berkaitan dengan nutrisi dan kesehatan.

Pertama, petai, seperti halnya sebutir permen, ternyata mengandung gula berupa sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pemasok energi instan. Dengan demikian, diduga mengunyah pete dan menghisap kembang gula akan berpotensi menghasilkan energi yang sebanding. Kelebihan pete sebagai sumber energi, dilengkapi pula dengan kelebihannya mengandung fiber/serat alami yang bisa mencengah sembelit/konstipasi (bisa kentut terus, meskipun kentutnya bau pete..hehehhe..huss!Tulisan ilmiah nih, ga boleh cengengesan).

Kedua, petai disinyalir bisa mengurangi rasa depresi bagi yang mengkonsumsinya karena pete mengandung asam amino tryptophan yang didalam tubuh akan diubah menjadi serotonin. Serotonin sendiri dikenal sebagai senyawa yang bisa membuat perasaan seseorang semakin relaks dan bahagia. Anda ingin bahagia? Konsumsilah pete!

Ketiga, bagi para wanita yang sering mengalami gangguan PMS (Pre-menstrual Syndrome), mengkonsumsi pete mungkin akan bermanfaat. Hal ini disebabkan pete mengandung vitamin B6 yang mengontrol kadar glukosa dalam darah.

Keempat, pete banyak mengandung potasium yang potensial untuk mengurangi gangguan tekanan darah tinggi atau stroke.

Kelima, pete bisa membantu orang untuk berhenti merokok. Tentu saja ini bukan karena bau pete yang mengalahkan bau rokok, namun karena di dalam buah pete terdapat kombinasi yang unik dari vitamin B6, B12, potasium dan magnesium. Zat-zat ini membantu tubuh untuk pulih dari ketergantungan terhadap nikotin.

Akhirnya, ternyata selama ini sudah banyak penelitian yang didedikasikan untuk mengungkap fakta-fakta mengenai tanaman asli tanah Melayu ini. Namun, lagi-lagi, baru sedikit peneliti Indonesia yang mau berkecimpung di dunia perpetaian.

Ada yang tertarik untuk menjadikan pete sebagai bahan skripsi?

Coba cek website ini:
http://www.worldagroforstry.org
http://www.ildis.org

Mwaaaaah Mwaaaaaaaahhhhh

Wednesday, June 21st, 2006

jam 6 pagi..
mata masih sipit bagaikan bulat sabit. Kriyip2 ku ku tarik selimutku. Bobok lagi..

Tiba-tiba
"Mwah, bangun Mwah.. udah siang nih. bikinin sarapan, mas hari ini mau ke McLennan"
"Whoaaaaaaaaa (menguap)"
"sebentar lagi.. tanggung nih."
"Ok, mas ke kamar mandi dulu, nanti kalau mas udah selesai mandi kopi ma sarapannya harus siap ya."
Huh emang siapa dia, baru sehari tinggal di apartemenku sudah merintah-merintah begini. Aku mengomel. Terdengar suara laki2 yang kupanggil mas menyanyi-nyanyi di dalam kamar mandi.
Siapa sih dia? Sejak sepuluh bulan lalu aku tidak bersama dengannya, namun hari ini tiba2 aromanya begitu memenuhi kamarku, setelah semalam terjadi adegan Serangan Fajar.

Aduh, paling males deh bangun pagi terus bikin sarapan. Apalagi -sepanjang aku mengenalnya- sarapan means nasi dan kopi. Tidak bisa lidah laki2 itu mencicipi roti dan keju di pagi hari.

"Mah, bikin kopinya yang agak kental ya, biar mas gak ngantuk nanti di kelas."

Tuh kan, belum juga aku beranjak dari selimutku, dia sudah berteriak-teriak. Memang sih, selama 10 bulan ini, dia lah manusia yang paling kurindukan. Namun baru beberapa hari ketemu, sudah memble memble memble…Apalagi bau rokoknya..sama sekali gaaaaaag kece.

Pelan kusibak juga selimutku, matahari Montreal sudah menjelang setengah tiang. Busyet. Aku tidak pernah bangun sepagi ini sebelumnya, ternyata indah juga suasana apartemenku pagi begini.

Namun kok ya ada dia… yang ku kangeni kalau jauh, namun bikin sebel dengan permintaannya yang aneh2 kalau dekat.

Kroncang…kroncang..ceplok..sreng…sreng… klupuk-klupuk..ting..ting..ting…

Setelah bermacam-macam nada yang menyemarakkan pagi..Tada! Akhirnya masterpiece ku: dua piring nasi goreng dan satu gelas kopi kental sudah menghiasi meja.

Nyam..nyam..nyam….tanpa menunggu aba2 dan dalam hitungan menit, nasi gorengku amblas! Wadau….

"Mas, kira-kira dong, itu kan jatah sarapan berdua. Kok dihabiskan sendiri?" Aku bersungut-sungut. Laki-laki itu cuma tertawa, lalu meraih keningku untuk di cium.

"Sudah dulu ya, mah.. Nanti mas pulang kok pas makan siang. Masak yang enak ya.."

Hua. Aku terduduk dengan lesu. Makan siang?? Aku bahkan belum makan pagi, eh, laki2 itu sudah mikir makan siang.

Sebulan kemudian, pk 16.00 petang di Montreal Trudeu

"Mas, hati-hati ya. Pokoknya nanti mas ikuti saja petunjuk di tiket mas. Di situ sudah tertulis nomet gate dan jadwal penerbangannya. Kalau gak tau, nanya aja. Jangan sampai mas kesasar. Kalau sampai kesasar, mas cuma bikin aku semakin pusing saja. Mau dicari dimana. Pokoknya begitu sampai ke tiap transit, mas sms atau nelpon nduk. Nduk akan siaga 24 jam, menunggu kabar dari mas. Tiket nya diletakkan di tas pinggang aja. Jangan lupa paspornya."

"Iya." katanya lirih.

"Mas sakit?"

"Iya."

"Aduh. Mas jangan sakit sekarang. Udah mau boarding nih. Mas harus kuat. Tiketnya udah gak bisa ditunda lagi."

"Nduk, mas sakit di sini." katanya sambil mendekatkan tanganku ke dadanya.

Aku terdiam.

"Mas…" sahutku lirih. Airmata menetes satu persatu.

"Mas sedih harus pergi meninggalkan nduk lagi. Mas tau selama kita bersama-sama, Nduk sudah melakukan banyak hal untuk mas. Nduk mengurusi sarapan, makan siang, makan malam. Bahkan, nduk juga mengurusi mandi dan tidur mas." ia menghela napas.

"Mas tau, sudah banyak mengambil dari nduk meski dalam waktu yang sebentar. Mas membuat nduk berkonsentrasi menjadi housewife bagi mas, bahkan meninggalkan tugas2 nduk sementara."

"Mas jangan ngomong gitu.." sergahku.

"Kini mas pulang, nduk. Mas cuma bisa menantikan nduk juga nyusul mas ke Indonesia segera. Mas tau, keberadaan nduk disamping mas tentulah mengubah status nduk dari seorang pelajar menjadi ordinary housewife, tapi memang hanya posisi itu yang bisa mas tawarkan pada nduk. Maaf kalau selama kunjungan mas di Montreal, mas cuma bikin nduk lebih repot.."

"Mas………." aku tenggelam dalam isak.

No, meskipun aku sering mengomel dan menggerundel dengan pekerjaan rumah tanggaku, namun sama sekali tidak ada niatan bahwa jauh dari mas adalah hidup yang lebih indah dan nyaman. Sungguh, meski mas bau rokok, suka nyuruh, seenaknya sendiri, sedikit jorok dan kemproh dan porno dan nakal, tidak ada yang lebih menyedihkan daripada berjauhan dengan mas…

Sesaat kemudian setelah berpelukan, mas sudah ada di antrian… dia melambaikan tangan.
Ah, dia tampak gagah. Juga kerut-kerut kebijakan di wajahnya membuat dia tampak sangat sabar. Dan memang, dia adalah laki2 tersabar yang pernah kukenal.

"Masss………." bisikku halus.

"Ring..ring..ring.."

Tiba-tiba kudengar suara hape ku berbunyi, sinyal bahwa ada sms masuk:

"Selamat pagi, sayang.. 9 hari lagi kita ketemu di Montreal. Sudah bangun belum. ayo bangun dulu..muach muach..(Aa Agus Salim).

Shit! Gw mimpi…

Segera datang dong mas, sembilan hari ini kok rasanya lamaaaaaaaaa sekaaaaaliiiiiiiiiiii

Ini soal pete. Petevora in the World: Unite!

Tuesday, June 20th, 2006

"Apa yang lebih hebat dari pengalaman. Dia adalah guru terbaik."

Hehehehehe aku awali aja tulisanku ini dengan ketawa, soalnya yang akan kuceritakan akan sangat berguna bagi para penggemar pete. Membuat mereka lebih pete-minded dan bagi yang tidak suka pete akan jadi pete-educated.

Jika Jonathan Rauch bisa menulis artikel bejudul "Introvet in the world: Unite!" pada Maret 2003 yang lalu, kenapa aku tidak bisa menulis artikel dengan judul "Petevora in the world: Unite!". Aha! Ini bukan berarti aku penggila pete (hiks ketahuan berdalihnya), tapi lebih kepada kepedulian sosial terhadap pada para Petevora (pemakan pete) yang kadang-kadang tidak berani mengungkapkan orientasi kepeteannya di depan publik akibat diskriminasi terus-menerus yang dialami mereka.

Sungguh sedih hati saya membayangkan para petevora mendapat banyak perlakuan yang tidak manusiawi dan kadang ‘overwhelming’ ketika mereka mengeksplorasi daya kreasinya terhadap biji bernama pete, malah, bisa2 melebihi gerakan anti rasis dan anti homophobia. Para antipete bahkan menolak hubungan fisik terhadap para petevora, seperti berciuman atau menyanyi duet di panggung dengan seorang artis petevora.

Bukankah ini keterlaluan saudara-saudara?

Belum lagi hak kreasi mereka terhadap makanan Indonesia yang dibredel, misalnya, "Hei, Kau! Kalau masak sambel goreng ati jangan pakai pete ya?" Huh! Ini mah keterlaluan. Boleh saja mereka antipete, tapi mbok jangan anti sambel goreng ati berpete dong. Kan gampang aja kalau gak doyan pete, tinggal petenya dibuang atau disuruh makan sama petevora. Ini jelas2 solusi yang sangat mudah dan malah meningkatkan hubungan sosial melalui share and care.

Katerlaluan memang

Lagi2, beberapa saat yang lalu saya mendengar cerita aneh dari seorang antipete yang melarang seorang petevora sahabatnya untuk menguap. Menguap! Menguap saudara-saudara… Bahkan menguap saja merupakan hak yang dibredel bagi para petevora *geleng2*. Coba pikir, apa salahnya dengan menguap coba? Uapan petevora kan juga sama dengan uapan para antipete. Jika bau2 dikit itu wajarlah… kadang masih lebih bau mulutnya koruptor kok.

Counter arguments yang dikemukakan oleh para antipete adalah, pete itu bau. Baunya bikin pusing. Saya setuju hal ini. Saya setuju pete itu bau. Namun bau mana dengan lumpur Lapindo Berantas yang telah menenggelamkan beberapa desa di Jatim. (Wah kok merembet kemana-mana ya..??)
Ah, saya pikir orang yang berargument bahwa pete itu bikin pusing cuma membesar-besarkan masalah. Kentut sendiri yang juga bau aja masih bisa tahan dan tidak bikin muntah, lha kok pete yang dipermasalahkan. Ingat Bung Antipete, bau pete itu alami lho..

Counter argument kedua yang lebih lunak adalah bahwa makan pete itu makruh. Wadaw! Inget Bang! Rokok itu juga ada yang menganggapnya makruh, namun kenapa masih aja ngrokok. Setidaknya pete tidak menimbulkan kanker, gangguan paru-paru, hati apalagi impotensi. Jauh Ndro!

Nah loh,
Sekarang saya ingin mengkampanyekan cara agar para antipete dan petevora bisa hidup berdampingan dengan nyaman. Namun, mohon maaf jika tips ini lebih banyak untuk para petevora, soalnya saya bukan ahli antipete je..

Pertama, bagi petevora, beranikan diri, membusungkan dada untuk mengakui kecintaan anda terhadap buah asli Indonesia ini. Bau mulut anda masih jauh lebih baik daripada bau mulut pejabat yang busuk karena kebanyakan janji gak dipenuhi.

Kedua, petevora unite dunk! Bersatulah kalian untuk mengkampayekan budaya makan pete dimana saja kapan saja.

Ketiga, sebagaimana iklan safe-sex melalui kondom karet, saya juga mengkoar-koarkan safe-attitude dalam perpetean. Tips saya gampang saja: makan permen karet sesudah makan pete. Sikat gigi pakai odol menurut pengalaman tidak cukup ampuh untuk melawan bau pete, apalagi kalau tidak pakai odol. So solusinya Permen karet; jangan lupa yang juicy fruit rasa straberry. Itu lebih ampuh dan lebih murah dari pada wrigleys-mint. Jangan lupa ya saudara2..Juicy fruit rasa strawberry…

(OOOhhh jadi ini tadi iklan permen karet ya??)

*kabur*

So you think you can love

Monday, June 19th, 2006

Pagi ini tiba2 ada message masuk ke inbox-ku. Satu2nya email yang masuk sepagi ini.
Oh, ternyata itu teman kkn-ku yang sudah jadi sahabat kentalku setelah bertahun-tahun.
Begini katanya:

Eika adiku,
Tresna itu apa ta, ka?
Apa rasa emoh kelangan, kepingin cerak, kepingin ngrumat, ora pingin milara iku sawijining tresna?
apa iku mung apus2 seko nepsu sing ngelak kuwasa?

Wah, pertanyaan filosofis nih. Temanku itu menanyakan "apa itu cinta?"
sambil kukur-kukur dan mengkerut sedikit kucoba mencara jawaban yang reasonable dan bisa diterima oleh banyak pihak.

"Cinta itu penyakit, mas. Dia bisa membuatmu tersenyum sendiri, tertawa sendiri, menangis, bahkan, ngamuk-ngamuk. Dia bisa membuat jatungmu berdetak lebih kencang, pembuluh darah mengalami vasokontriksi kadang vasodilatasi, dan menegangkan urat syaraf tertentu."

Aha! Ini jawaban orang ahli phisiologi hewan dan manusia yang melihat cinta sebagai respon fisik terhadap rangsangan dari lawan jenis maupun sejenis (special for those who are homok or hombreng)

"Cinta itu bunga mawar, mas. Dia memiliki keharuman yang memikat, warna yang menarik dan cerah, serta kuntum bunga yang sangat menarik. Tapi tunggu dulu untuk memetiknya, pastikan kau berhati-hati dengan durinya."

Nah loh.
Kalau ini pasti jawaban dari ahli kembang atau para arsitektur taman yang sehari-harinya bergelut dengan bunga dan kebungaan. Hiks..

"Cinta itu bagaikan embun dipagi hari. Dia datang begitu sejuk dan berkiluan di pagi hari. Sangat sempurna menghiasi bunga2 ditaman, bahkan yang liar sekalipun. Dan memang seperti itu lah cinta, dia bagaikan air: kita membutuhkannya, kita menogotorinya, dan kita memujanya."

Halah, kalau ini gampang ditebak pasti definisi cinta menurut ahli hidrologi dan perencanaan tata air. Tunggu saja kata mereka ketika cinta putus di jalan, pasti begini: "seperti air, cinta bisa juga menguap, namun tunggu saja. Sebuah cinta sejati pasti akan kembali lagi seperti datangnya hujan di musim kemarau."  *Halah*

"Cinta itu berbagi, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Suka duka bersama, lautan api diseberangi berdua. Dengan cinta seperti ini, kita bisa menerapkan prinsip mangan ra mangan kumpul. Cinta juga harus merakyat, artinya, cinta yang kita rasakan juga harus bermanfaat bagi rakyat banyak, jangan sampai persatuan dua insan manusia tidak mempertimbangkan sendi2 sosiopsikolosgis masyarakat."

Nek ini, pasti definisi cinta dari seorang yang komunis anti kapitalis. Love for social justice and social order. Isn’t wonderful?

Sekarang kita lihat definisi cinta dari Cambridge Advance Learner Dictionary:

to love verb [T]: to have strong feelings or affection for another adult and be romantically and sexually attracted to them, or to feel great affection for a friend or a person in your family.

Huaaaaaaaa…….jadi kalau menurut dictionary yang disebut cinta itu:
1) harus ditujukan pada adult/ orang dewasa, so Pedofilia melanogaster bisa dianggap sebagai penyakit akibat salah mendefinisikan cinta dan BUKAN kelainan seksual
2) harus romantis dan merujuk pada ketertarikan seksual (berarti cinta itu harus romantis dan bersenggolan dengan materi seksual, ya senggol2 dikit lah…)
3) harus menarik (menarik becak atau bajaj juga gapapa)

Terakhir, sebenarnya cinta itu apa sih? *Walahyung sik tekon wae*

Jayus tenan