Ini soal pete. Petevora in the World: Unite!
"Apa yang lebih hebat dari pengalaman. Dia adalah guru terbaik."
Hehehehehe aku awali aja tulisanku ini dengan ketawa, soalnya yang akan kuceritakan akan sangat berguna bagi para penggemar pete. Membuat mereka lebih pete-minded dan bagi yang tidak suka pete akan jadi pete-educated.
Jika Jonathan Rauch bisa menulis artikel bejudul "Introvet in the world: Unite!" pada Maret 2003 yang lalu, kenapa aku tidak bisa menulis artikel dengan judul "Petevora in the world: Unite!". Aha! Ini bukan berarti aku penggila pete (hiks ketahuan berdalihnya), tapi lebih kepada kepedulian sosial terhadap pada para Petevora (pemakan pete) yang kadang-kadang tidak berani mengungkapkan orientasi kepeteannya di depan publik akibat diskriminasi terus-menerus yang dialami mereka.
Sungguh sedih hati saya membayangkan para petevora mendapat banyak perlakuan yang tidak manusiawi dan kadang ‘overwhelming’ ketika mereka mengeksplorasi daya kreasinya terhadap biji bernama pete, malah, bisa2 melebihi gerakan anti rasis dan anti homophobia. Para antipete bahkan menolak hubungan fisik terhadap para petevora, seperti berciuman atau menyanyi duet di panggung dengan seorang artis petevora.
Bukankah ini keterlaluan saudara-saudara?
Belum lagi hak kreasi mereka terhadap makanan Indonesia yang dibredel, misalnya, "Hei, Kau! Kalau masak sambel goreng ati jangan pakai pete ya?" Huh! Ini mah keterlaluan. Boleh saja mereka antipete, tapi mbok jangan anti sambel goreng ati berpete dong. Kan gampang aja kalau gak doyan pete, tinggal petenya dibuang atau disuruh makan sama petevora. Ini jelas2 solusi yang sangat mudah dan malah meningkatkan hubungan sosial melalui share and care.
Katerlaluan memang
Lagi2, beberapa saat yang lalu saya mendengar cerita aneh dari seorang antipete yang melarang seorang petevora sahabatnya untuk menguap. Menguap! Menguap saudara-saudara… Bahkan menguap saja merupakan hak yang dibredel bagi para petevora *geleng2*. Coba pikir, apa salahnya dengan menguap coba? Uapan petevora kan juga sama dengan uapan para antipete. Jika bau2 dikit itu wajarlah… kadang masih lebih bau mulutnya koruptor kok.
Counter arguments yang dikemukakan oleh para antipete adalah, pete itu bau. Baunya bikin pusing. Saya setuju hal ini. Saya setuju pete itu bau. Namun bau mana dengan lumpur Lapindo Berantas yang telah menenggelamkan beberapa desa di Jatim. (Wah kok merembet kemana-mana ya..??)
Ah, saya pikir orang yang berargument bahwa pete itu bikin pusing cuma membesar-besarkan masalah. Kentut sendiri yang juga bau aja masih bisa tahan dan tidak bikin muntah, lha kok pete yang dipermasalahkan. Ingat Bung Antipete, bau pete itu alami lho..
Counter argument kedua yang lebih lunak adalah bahwa makan pete itu makruh. Wadaw! Inget Bang! Rokok itu juga ada yang menganggapnya makruh, namun kenapa masih aja ngrokok. Setidaknya pete tidak menimbulkan kanker, gangguan paru-paru, hati apalagi impotensi. Jauh Ndro!
Nah loh,
Sekarang saya ingin mengkampanyekan cara agar para antipete dan petevora bisa hidup berdampingan dengan nyaman. Namun, mohon maaf jika tips ini lebih banyak untuk para petevora, soalnya saya bukan ahli antipete je..
Pertama, bagi petevora, beranikan diri, membusungkan dada untuk mengakui kecintaan anda terhadap buah asli Indonesia ini. Bau mulut anda masih jauh lebih baik daripada bau mulut pejabat yang busuk karena kebanyakan janji gak dipenuhi.
Kedua, petevora unite dunk! Bersatulah kalian untuk mengkampayekan budaya makan pete dimana saja kapan saja.
Ketiga, sebagaimana iklan safe-sex melalui kondom karet, saya juga mengkoar-koarkan safe-attitude dalam perpetean. Tips saya gampang saja: makan permen karet sesudah makan pete. Sikat gigi pakai odol menurut pengalaman tidak cukup ampuh untuk melawan bau pete, apalagi kalau tidak pakai odol. So solusinya Permen karet; jangan lupa yang juicy fruit rasa straberry. Itu lebih ampuh dan lebih murah dari pada wrigleys-mint. Jangan lupa ya saudara2..Juicy fruit rasa strawberry…
(OOOhhh jadi ini tadi iklan permen karet ya??)
*kabur*
June 20th, 2006 at 6:59 pm
walah, mau bilang suka makan pete aja pake dalih petevora segala…
June 21st, 2006 at 7:25 am
gw gag pernah ngaku sbg anggota komunitas petevora loh..gw cuma bikin advokasi ajah.