So you think you can love

Pagi ini tiba2 ada message masuk ke inbox-ku. Satu2nya email yang masuk sepagi ini.
Oh, ternyata itu teman kkn-ku yang sudah jadi sahabat kentalku setelah bertahun-tahun.
Begini katanya:

Eika adiku,
Tresna itu apa ta, ka?
Apa rasa emoh kelangan, kepingin cerak, kepingin ngrumat, ora pingin milara iku sawijining tresna?
apa iku mung apus2 seko nepsu sing ngelak kuwasa?

Wah, pertanyaan filosofis nih. Temanku itu menanyakan "apa itu cinta?"
sambil kukur-kukur dan mengkerut sedikit kucoba mencara jawaban yang reasonable dan bisa diterima oleh banyak pihak.

"Cinta itu penyakit, mas. Dia bisa membuatmu tersenyum sendiri, tertawa sendiri, menangis, bahkan, ngamuk-ngamuk. Dia bisa membuat jatungmu berdetak lebih kencang, pembuluh darah mengalami vasokontriksi kadang vasodilatasi, dan menegangkan urat syaraf tertentu."

Aha! Ini jawaban orang ahli phisiologi hewan dan manusia yang melihat cinta sebagai respon fisik terhadap rangsangan dari lawan jenis maupun sejenis (special for those who are homok or hombreng)

"Cinta itu bunga mawar, mas. Dia memiliki keharuman yang memikat, warna yang menarik dan cerah, serta kuntum bunga yang sangat menarik. Tapi tunggu dulu untuk memetiknya, pastikan kau berhati-hati dengan durinya."

Nah loh.
Kalau ini pasti jawaban dari ahli kembang atau para arsitektur taman yang sehari-harinya bergelut dengan bunga dan kebungaan. Hiks..

"Cinta itu bagaikan embun dipagi hari. Dia datang begitu sejuk dan berkiluan di pagi hari. Sangat sempurna menghiasi bunga2 ditaman, bahkan yang liar sekalipun. Dan memang seperti itu lah cinta, dia bagaikan air: kita membutuhkannya, kita menogotorinya, dan kita memujanya."

Halah, kalau ini gampang ditebak pasti definisi cinta menurut ahli hidrologi dan perencanaan tata air. Tunggu saja kata mereka ketika cinta putus di jalan, pasti begini: "seperti air, cinta bisa juga menguap, namun tunggu saja. Sebuah cinta sejati pasti akan kembali lagi seperti datangnya hujan di musim kemarau."  *Halah*

"Cinta itu berbagi, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Suka duka bersama, lautan api diseberangi berdua. Dengan cinta seperti ini, kita bisa menerapkan prinsip mangan ra mangan kumpul. Cinta juga harus merakyat, artinya, cinta yang kita rasakan juga harus bermanfaat bagi rakyat banyak, jangan sampai persatuan dua insan manusia tidak mempertimbangkan sendi2 sosiopsikolosgis masyarakat."

Nek ini, pasti definisi cinta dari seorang yang komunis anti kapitalis. Love for social justice and social order. Isn’t wonderful?

Sekarang kita lihat definisi cinta dari Cambridge Advance Learner Dictionary:

to love verb [T]: to have strong feelings or affection for another adult and be romantically and sexually attracted to them, or to feel great affection for a friend or a person in your family.

Huaaaaaaaa…….jadi kalau menurut dictionary yang disebut cinta itu:
1) harus ditujukan pada adult/ orang dewasa, so Pedofilia melanogaster bisa dianggap sebagai penyakit akibat salah mendefinisikan cinta dan BUKAN kelainan seksual
2) harus romantis dan merujuk pada ketertarikan seksual (berarti cinta itu harus romantis dan bersenggolan dengan materi seksual, ya senggol2 dikit lah…)
3) harus menarik (menarik becak atau bajaj juga gapapa)

Terakhir, sebenarnya cinta itu apa sih? *Walahyung sik tekon wae*

Jayus tenan

Leave a Reply