Archive for July, 2006

Tsunami dibawah bayang2 dinasti A Tsu

Tuesday, July 18th, 2006

Kita menyebutnya sebagai tsunami. Sebuah kata yang muncul dari
kosakata bahasa Jepang yang berarti "harbour wave" atau gelombang naik
yang terjadi di pelabuhan. Namun sebenarnya istilah tsunami secara umum
menunjuk kepada gelombang pasang besar yang diakibatkan oleh pergerakan
badan air di lautan akibat gempa, landslide (pergeseran bumi), erupsi
vulkanik, atau jatuhnya meteorit raksasa.

Bencana alam yang
terjadi di Pantai Selatan Jawa kemarin (Senin 18 Juli 2006)adalah
tsunami yang dipicu oleh gempa akibat tumbukan lempeng benua Australia
dan Eurasia. Ini adalah tumbukan serupa yang mengakibatkan gempa
dahsyat di Jogja pada akhir Mei lalu.

Lagi-lagi, tsunami di
Pantai Selatan menyebabkan korban jiwa yang teramat banyak, ratusan
nyawa melayang oleh bencana yang seharusnya bisa diprediksi sebelumnya.
Namun, excuse dari pemerintah mengatakan bahwa BMG tidak memiliki cukup
sarana komunikasi untuk menyebarkan early warning system. (Really?
Then, buat apa di kantor pemerintah di pasangi internet?? Buat chating
di MiRC?? So, sebenarnya yang kurang itu adalah koordinasi warning
system di daerah2!)

Padahal dalam kasus gempa di selatan
pangandaran kemarin itu, Pacific Tsunami Warning Centre yang berada di
Hawai sudah mengeluarkan peringatan dini akan terjadinya tsunami sejak
5 menit pasca gempa (http://www.prh.noaa.gov/ptwc/iomsg) . So, kenapa
pemerintah lagi2 tidak bisa berbuat apa2? (

emerintah juga
berexcuse bahwa alat pemantau tsunami di Indo kurang. Hal ini memang
benar adanya, dari 240 alat deteksi tsunami bantuan negara asing pasca
tsunami Aceh 2004, baru sekitar 140-an yang terpasang, itupun beberapa
sudah rusak dan beberapa dicuri orang. *geleng-geleng sambil ngelus
dada*.

Di negara yang rawan gempa, tsunami dan bencana vulkanik
seperti ini, sudah sepantasnya jika pemerintah berjaga2 atas segala
kemungkinan. Paling bagus dibangun tsunami warning system yang
terencana dan terpadu seperti di Hawai. Di sana tiap kilometer garis
pantainya sudah ada alat pendeteksi tsunami dan di jalan2 berdekatan
dengan pantai di pasangi rambu2 petunjuk jalan utuk evakuasi jika
tsunami menyerang.

Paling penting adalah membuat penduduk
educated enough untuk mengetahui apa itu tsunami, bagaimana gejalanya,
dan bagaimana langkah penyelamtan yang tepat jika tsunami datang. Jika
masyarakat sudah cukup berpendidikan mengenai bahaya tsunami, mana tega
mereka mencuri alat deteksinya.

Sungguh, aku encourage hal2
praktis seperti ini untuk dimasukkan dalam kurikulum pendidikan kita,
jangan cuma Bahasa Inggris dan Matematika saja. Pendidikan tanggap
bencana akan meminimalisir jumlah korban, membuat masyarakat aware
serta tidak panikan dan grusah-grusuh dalam menghadapi bencana.

Selanjutnya,
tanggap bencana juga harus dikuasai oleh pemerintah dan aparat agar
efisien dalam melakukan evakuasi dan mengelola bantuan. Paling pentung,
pemerintah harus dididik mulutnya agar tidak janji macam2 setelah
terjadinya bencana sehingga menimbulkan keresahan sosial dalam situasi
yang penuh trauma dan kesedihan.

Terakhir, tidak usah berpikir
macam2 bahwa bencana adalah kutukan atau hukuman dari Tuhan untuk
masyarakat tertentu. Pikiran seperti ini cuma bikin masyarakat kisruh
mencari kambing hitam siapa sebenarnya yang membawa dosa dan tambah
nelongso kok Tuhan tega2nya menghukum orang2 tidak berdosa.

Sudah
jadi takdirnya kalau Indonesia terletak di antara dua benua dan dua
samudera. Sudah jadi takdirnya pula jika lempeng Australia bertumbukan
dengan lempeng Erasia di lautan Hindia sebelah selatan Jawa. Ini adalah
takdir yang tidak usah ditangisi apalagi disesali. Tindakan yang paling
bijaksana adalah memperkokoh sistem peringatan bencana, memperbaiki
sistem evakuasi bencana, dan sistem recovery pasca bencana.

Yang
penting jangan membesar2kan isu2 bencana dan ikut andil dalam keresahan
masyarakat. Tidak mungkin pula penduduk Jawa diminta eksodus keluar
Jawa. Yang mungkin: masyarakat Jawa menata diri untuk hidup dalam
kewaspadaan terhadap bencana.

Jepang saja bisa kok menghadapi
gempa bertubi2 di negerinya, kenapa Indonesia tidak belajar dari
Jepang? Apa menunggu penduduk Indo mati semua baru pemerintah mau
belajar dari pengalaman pahit??? Tidak cukup kah peristiwa Aceh itu??

Kok ya negeriku itu di perintah oleh pemerintahan patron yang suka patronizing its own people dan TIDAK bisa governing its people?

Kami satu, aku dua puluh lima

Sunday, July 16th, 2006

Dear sayang,

hari ini genap sudah setahun usia perkawinan kita.
Ada suka duka, ada asam garam, ada manis asam
rasa itu kita kecap bersama.

Mana aku tau sebelumnya hidup denganmu bisa begini berwarna
kadang kita berantem seperti anak kecil,
namun juga mesra seperti adegan filem india,
atau seperti langit dan bumi yang begitu jauh berbeda

Setahun sudah kita kayuh bahtera rumah tangga kita.

No, sayang…
kita tidak akan lagi berpaling
Lautan biru ini adalah untuk kita arungi
Badai dan pelangi adalah untuk kita seberangi…

Sayang,…
Selamat ulang tahun bagi kita
Semoga Tuhan memberkahi kita dengan kebahagiaan yang membuat hidup semakin berwarna
memberi kita kesabaran yang membuat semakin dewasa
dan memberi kita kekuatan yang meneguhkan

Kita bertumbuh

Dan dalam proses itu,
kita adalah
satu

Dalam bahtera itu
kau adalah surgaku

Untukku sendiri: semoga Tuhan menganugerahiku kebahagiaan yang membuatku semakin cantik

Selamat ulang tahun Salimist abadi

Apa isinya?

Tuesday, July 11th, 2006

Ketika aku amati bungkusan berwarna kuning berisi 28 pil kecil2 itu aku bertanya-tanya. Apa isinya?
Kuamati sekali lagi: levonorgestrel dan etinilestradiol. Entah bahasa apa. Yang jelas bukan berasal dari bahasa emakku yang Jawa medhok itu. Ah, seharusnya aku tau. Aku kan sudah belajar biokimia ketika s1 dulu, tapi kok ingatanku sama sekali tidak merujuk kepada kosakata itu.

Mungkin aku menderita short-term memory syndrome. Yo wes ben wae.

Lalu, apa sih levonorgestrel dan etinilestradiol?

Menurut artikel yang aku baca, levonorgestrel merupakan turunan dari progesteron yaitu hormon pada wanita yang dihasilkan oleh korpus luteum dan ovarium. Fungsi dari hormon ini untuk mempersiapkan dinding rahim dalam menerima pembuahan. Sedangkan etinilelestradiol sendiri merupakan jenis estrogen yang menghambat ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur). Gabungan keduanya dipercaya akan mencegah kehamilan bila digunakan secara teratur dalam "oral contraception."

Disatu pihak, jenis kontrasepsi ini menurunkan resiko terkena kanker rahim dan kangker payudara, namun efek samping dari pil ini  juga cukup bikin takut:

Pil ini bisa menimbulkan sakit kepala;  gangguan usus seperti diare, muntah, dan nausea (perasaan tidak nyaman seperti mau muntah); munculnya bercak-bercak darah ketika menstruasi; depresi perasaan dan hasrat seksual yang tidak menentu; chloasma (munculnya bercak biru-coklat di kulit); pendarahan saat menstruasi; dan ketidaknyamanan dalam penglihatan.

Warning!

Pil ini seharusnya tidak diperdagangkan secara umum. (Note: suamiku beli pil ini di apotik tanpa ditanya macam2 oleh apoteker!). Di Kanada, pil ini tidak dijual secara bebas, pengkonsumsi pil ini harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan selama masa penggunaan harus konsultasi dan medical check up secara rutin.

Pemakaian pil ini tidak lantas benar2 menghambat terjadinya kehamilan, diperlukan rutinitas dan ketelatenan, serta waspada untuk tidak menggunakan obat2 jenis tertentu (misalnya obat antibiotik dan jamu)  yang menghambat daya kerja pil kontrasepsi ini.

Tidak boleh mengkonsumsi nikotin selama menggunakan pil ini.

And….

Levonogestrel jika dikonsumsi sendirian (tidak bersama-sama dengan etinilenestradiol) disebut sebagai Plan B atau "after morning pil". Plan B ini dikonsumsi selambat-lambatnya 72 jam setelah terjadinya hubungan seksual yang tidak dibarengi dengan keinginan untuk hamil. Plan B tidak untuk dikonsumsi secara terus-menerus.

Nah, perdebatan medical-ethics dari penggunaan Plan B ini sekarang ini sedang marak. Hal ini karena ditengarai penggunaan Plan B hampir sama dengan aborsi, yaitu menghancurkan zygot/janin yang sudah terimplantasi di rahim. Dan aborsi (bagi sebagian orang) sama dengan pembunuhan.

Hmmm…. namun sekarang tinggal definisi zygot/janin dan kehidupan itu sendiri. Apakah 72-hari-janin bisa disebut hidup?

Lalu apakah emncegah terjadinya kehidupan itu sama dengan membunuh sebuah kehidupan?

Aku mumeeeeeeeeeettttttt

Mungkin aku mengalami gangguan kestabilan emosi akibat levonorgastrel + etinilestradiol. Bisa jadi lho..

*sambil berkaca*

Years of Living Dangerously

Saturday, July 8th, 2006

Pada akhir Mei 2006 ini, pemerintah Quebec mengeluarkan perundangan
yaitu "The New Tobacco Act". Sebelumnya, menteri kesehatan Phillipe
Couillard menyatakan bahwa undang2 anti rokok yang baru saja dilegalkan. Ini
merupakan "salah satu yang terketat didunia".

So, apa dunk yang dilarang oleh undang2 ini?

First, tidak boleh merokok di tempat publik tertutup. So, di restauran
dan bioskop, merokok adalah strictly forbidden. Begitu juga public
vehicle seperti bus, subway (kereta bawah tanah), dan taxi
(eleuh-eleuh, mang supir harus keluar dari kendaraannya kalu mau
merokok).

Kedua, ahli hisap diperbolehkan memuaskan hasrat merokoknya di private
space seperti kamar tidur apartemen, cigar lounges, mobil pribadi,
jalan, dan taman. Kecuali di public space yang sudah diberi tanda rokok
di coret.

Ketiga, jika mau merokok di tempat umum, pastikan bahwa perokok
melakukannya pada jarak minimal 9 meter dari pintu masuk public
buildings, such as gedung layanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas,
klinik), institusi pendidikan (universitas like McGill, sekolah,
daycare), tempat rekreasi (taman safari, LaRonde, et al).

Keempat, tidak boleh ada lagi smoking section di supermarket, gedung
olahraga, gedung tempat konferense, dll. Tempat merokok khusus di
public space hanya akan di toleransi sampai tahun 2008, untk kemudian
di larang penggunaannya secara permanen. Pemilik fasilitas umum seperti
restauran, hotel, kafe, hanya boleh mengalokasikan maksimal 40% dari
space yang dia miliki untuk merokok. Vending machines untuk sigaret
sekarang ini ilegal di Quebec.

Kayanya The New Tobbaco Act ini sama sekali tidak berpihak pada perokok
ya? But, apakan merokok itu termasuk human right? Ternyata TIDAK!
Menurut Quebec Human Right Charter dan Universal Declaration of Human
Right, merokok tidak dikategorikan sebagai hak dasar manusia. Yang
diakui sebagai hak manusia adalah hak untuk mendapat perlindungan dari
diskriminasi ras, agama, gender, dan disability.

Terus apa dung konsekuensi dari pelanggaran The New Tobbaco Act?

Pelanggaran terhadap aturan di larang merokok di tempat2 terlarang
didenda sebanyak $50-$300, jika diulangi akan didenda sebanyak
$100-$600.

Then, siapa ya yang bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan undang2 ini?

Ternyata Ministere de la sante et des services sociaux (Menteri
Kesehatan dan Pelayanan Umum) telah meresmikan sebuah pengawasan
dibawah Inspectors of the Service de lutte contre le tabagisme.

Lalu giman dong dengan di Indo?

Undang2 anti rokok di Indo sudah ada (hurray!), namun masih sebatas perda yaitu Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 75 tahun 2005 mengenai "kawasan dilarang merokok" yang mengacu pada No. 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Keberadaan dua undang2 ini, bagiku sedikit melegakan, mengingat bertahun-tahun aku merasakan hidup dalam bahaya dan ketidaknyamanan. Bukan kenapa2 atau ingin menyalahkan satu pihak secara personal, namun years of living dangerously itu telah meninggalkan bronkhitis kronis di paru-paruku yang tidak akan sembuh serta kambuhan hanya dengan mencium asap rokok. Belum lagi gejala sampingan berupa batuk2 yang harus aku alami ketika asap rokok mulai menembus paru-paruku.

Aku berharap -dengan sangat- bahwa peraturan serupa diterapkan di Jogja. Ah, mungkin harapanku terlalu muluk. Jika saja aku ilmuwan jenius maka proyek utamaku adalah membuat rokok yang tidak berasap. Atau menyisipkan gen vitamin c dalam tembakau dan menghilangkan gen pencipta nikotin sehingga merokok tidak lagi membahayakan.

Ah, aku menulis kampanye anti rokok dengan semangat gini, kok sepertinya lupa bahwa suamiku juga perokok.

Hiks…

Ahli hisap sedunia…. menyerahlah… please….

Time for me, now

Monday, July 3rd, 2006

"Keasabaran tak jarang membuahkan kebahagiaan yang benar"

Saat ini adalah waktuku,

Tuhan mengirim dia

meneriakiku untuk bahagia

melipurku dari lara

Aku sedang menghamba pada Nya yang telah mengaruniaku kebahagiaan yang tiada tara

Dan dia adalah……