Kami satu, aku dua puluh lima

Dear sayang,

hari ini genap sudah setahun usia perkawinan kita.
Ada suka duka, ada asam garam, ada manis asam
rasa itu kita kecap bersama.

Mana aku tau sebelumnya hidup denganmu bisa begini berwarna
kadang kita berantem seperti anak kecil,
namun juga mesra seperti adegan filem india,
atau seperti langit dan bumi yang begitu jauh berbeda

Setahun sudah kita kayuh bahtera rumah tangga kita.

No, sayang…
kita tidak akan lagi berpaling
Lautan biru ini adalah untuk kita arungi
Badai dan pelangi adalah untuk kita seberangi…

Sayang,…
Selamat ulang tahun bagi kita
Semoga Tuhan memberkahi kita dengan kebahagiaan yang membuat hidup semakin berwarna
memberi kita kesabaran yang membuat semakin dewasa
dan memberi kita kekuatan yang meneguhkan

Kita bertumbuh

Dan dalam proses itu,
kita adalah
satu

Dalam bahtera itu
kau adalah surgaku

Untukku sendiri: semoga Tuhan menganugerahiku kebahagiaan yang membuatku semakin cantik

Selamat ulang tahun Salimist abadi

2 Responses to “Kami satu, aku dua puluh lima”

  1. tanjung Says:

    Ka..aq baru liat2 blogmu. Kok isinya kayaknya cuma yg enak2nya doang. Jadi mupeng (muka pengen) neh…Mana tetanggaku se-gang (bukan se-gank) dah pada mantu semua bulan ini. Btw kok gak ada cerita ttg duka2nya tinggal di kampoeng oerang (semangat agustusan ‘45, jadi tulisannya pake ejaan lama), sekaligus duka2nya berantem ma masmu. Berantem kok bangga :) Piye..dah ada calon ponakanku blm? Nitip slm buat kangmasmu (sok kenal bgt sich ;)

  2. X-a Says:

    Hehehehe…
    Yang berantem2an of de rekod.

Leave a Reply