Laki2 asing

Dia datang setahun yang lalu. Laki2 asing yang bertandang ke kosanku hampir tiap malam minggu. Bukan untukku. Seorang teman diskusi dan secangkir kopi lebih berharga baginya. Waktu itu.

Laki2 itu tiba2 berdiri di dekatku ketika aku sendiri sedang asyik bertanya2 tentang wajah2 di dinding kos yang kelabu. Dia menggeleng. "Tidak tau"  katanya. "Aku pun orang baru."

Tak apa, kataku. Kita bisa berkenalan, setidaknya jadilah temanku walau hari ini saja. Aku sangat kesepian. Lingkungan baru seramai apapun selalu membuatku kesepian. Lingkungan baru ini seolah akan menelanku. Alangkah kesepiannya aku. Pulau ini jelas2 bukan tempatku.

Dia tertawa dan bercerita. Laki2 asing yang tidak pernah kesepian.

Beberapa bulan kemudian dia menyatakan cintanya padaku. Bukan untuk memacariku, melainkan menikahiku. Wow! Terkejut aku. Laki2 asing itu begitu serius dengan ucapannya. Dari gelagatnya pun aku tau: dia jatuh cinta padaku.

Lalu bagaimana denganku?

Dengan adanya tugas belajar ke manca yang tidak bisa kutunda membuatku ragu2 untuk menentukan jawaban. Haruskah aku menikahinya? Waktuku bersama sebelum berangkat "tugas" tidak lah lama. "Iya, menikahlah denganku," katanya menyakinkanku.

Bulan madu yang singkat. Aha! Tak seperti berbulan madu saja. Dia bekerja di kotanya, sementara aku ribut dengan urusan visa. Pyuh! Terus bagaimana? Apa aku tidak bahagia? Lihat saja kenyataanya. Aku bahagia. Dia laki2 yang membuatku selalu tau bahwa dia mencintaiku. Saat hendak berpisahpun dia masih bisa menenangkanku. Amboy, wajah itu! Dia adalah sigaraning nyawaku.

Dia luar biasa. Dia menghiburku dengan sejuta senyuman, menghadiahiku dengan sejuta kecupan. "Jangan khawatir, katanya. "Tahun depan aku pasti mengunjungimu disana".

Kubawa janji itu. Kukenang saat pertemuan. Kubawa ke Sukarno Hatta, mengarungi Pasifik dan daratan North America. Kubawa cintanya turut serta.

Sendiri. Sepi sekali di apartemen sendirian. Sms, telpon, internet, segala macam komunikasi maya membawaku untuk sedikit bermasyuk mesra dengan dia di sana. Lelaki perkasa yang mengilhamiku untuk sabar dan bijaksana. Lelaki dewasa yang lemah lembut bagai sutera.

Musim panas dia tepati janjinya. Bulan madu kedua. Dia korbankan kesibukan dan waktunya, mengalah untuk membuatku bahagia di negara manca. Aku bersyukur dan berbahagia karenanya. Dua bulan yang menakjubkan. Dua bulan yang menampilkan foto2 bahagia luar dalam. Laki2 asing itu kini aku cintai dengan cinta yang lebih dari sebelumnya.

Dia menjadikanku seorang ratu dalam apartemenku. Laki2 asing yang membuatku tertawa bahagia. Masih asingkah dia? Tidak lagi. Dia berhasil mengambilku bahkan dari diriku sendiri.

Apartemen tua bernomor lima.
Sekarang laki2 itu dalam perjalanan menuju dermaganya. Bumi pertiwi yang menyusuinya dengan cinta dan airmata. Dermaga tempatku akan kembali padanya. Menyusulnya.

Apartemen tua bernomor lima.
Kukenang dia, bukan sebagai laki2 asing yang sok ramah menyapa, namun sebagai separuh nyawa yang mencintaiku sepenuh jiwa. Laki2 berpredikat suami yang memberikan apasaja untuk kebahagiaanku: Sang Istri.

Telah kurengkuh tahtanya kini. Laki2 asing tidak lagi sendiri. Dalam hati dia selalu tau bahwa ada cinta yang akan menyusulnya. Aku lah cintanya.

See you di Indonesia, suamiku. Kurangkaikan kata untukmu. Meski tak beraturan dan tak bermakna, bukan hamparan puisi pula; namun demikianlah adanya. Mohon diterima dan sampai jumpa di dermaga sana. Aku bersiap untuk menyusulmu di sana. Kau tak akan pernah asing lagi, selamanya…..

*Kubekali kamu dengan cinta dan doa saja*

5 Responses to “Laki2 asing”

  1. Riza Says:

    so sweet.aku pengen menjadi lelaki yang mencintai dan dicintai.semoga terwujud.

  2. 'katresnanku' Says:

    NO WOMAN NO CRY
    Ra duwe Yang RA PATHEKEN !!!

  3. ' 'ARYO' ' Says:

    Ini kisah nyata apa khayalan ya..??
    Bagus banget…

  4. laila Says:

    ..:) bikin “ngiri” aja mb-e..
    btw, pa kbr ni? kangen e..ngomong2..berarti skrg udah ga “gelian” dwonk..??? ;)

  5. X-a Says:

    #Katres, aku kan ga ngomongin women..kok nganggo ra patheken barang.. Huaaaaaaa :((
    #Riza, cinta mebuat orang survive, semakin banyak yang dicintai berarti semakin banyak harapan hidup yang kita punyai
    #Aryo: ya begitulah..
    #Laila: kalau ngiri, susul dunk! gelinya masih ;)

Leave a Reply