Seven
"Shivah"
Aku dapat kata ini dari serial TV Grey’s antomy. Sebuah kata dari bahasa Hebrew yang berarti seven.
Ini merupakan adat orang yahudi untuk menghormati yang meninggal dan menghibur yang ditinggalkan.
Pada saat tujuh hari ini, para tamu yang datang tidak diperkenankan memulai pembicaraan dengan pihak keluarga yang berduka. Sementara itu keluarga yang beduka, tidak akan pergi kemana-mana, tidak akan bekerja, tidak akan bercukur, tidak akan melakukan hubungan sex, dan bahkan tidak akan berganti pakaian. Shivah juga menganjurkan orang untuk duduk atau dalam posisi serendah mungkin, bahkan kalau perlu stay in the floor.
Umumnya, pada saat shivah, para tamu akan membawa makanan yang ditujukan untuk menghibur pihak yang berduka cita.
Shivah dimulai sejak kematian dan dihitung tujuh hari kemudian. Namun pada tiap hari Sabtu, Shivah ditiadakan, artinya tidak boleh ada kedukaan di hari Sabtu, namun pemakaman sendiri boleh dilangsungkan pada hari Sabtu.
Inget tradisi shivah ini, aku jadi teringat tradisi mitung dinani di masyarakat Jogja, yang ditujukan untuk mengantar arwah yang meninggal. Pada tradisi mitung dinani, biasanya pihak keluarga akan menyelenggarakan tahlilah selama seminggu berturut2 dan pada hari ketujuh diadakan tahlilan besar yang mengundang seluruh kampung untuk kendurian.
Entah bagaimana praktik tradisi ini di Jawa sekarang. Aku yakin sih masih ada. Namun dengan adanya gerakan pemurnian terhadap Islam dan modernisasi, tradisi seperti ini sudah mulai luntur. Tapi menurutku bagus juga jika selama tujuh hari, keluarga yang sedang berduka cita diberi kesempatan untuk memulihkan kesedihan dan dihibur agar bisa mengikhlaskan yang meninggal.
Kematian memang proses alami yang sederhana, sesederhana daun jatuh luruh kebumi. Namun, bagi yang ditinggalkan, kematian tidak pernah sederhana dan mudah. Ia meruntuhkan ketetapan hati, bahkan melemahkan perasaan. Namun, betapapun pedihnya sebuah kematian, hidup akan terus berlanjut. Generasi berganti. Seperti itulah sabda bumi.
"Manusia memang sang maha kesepian…"