Barangkali lebaran memang begini

Barangkali bukan saya saja yang pada hari ini 1 Syawal 1427 H yang merasa aneh berlebaran di negeri orang dengan suasana serba sepi dan dingin. Barangkali saya hanya salah satunya, dan tanpa ingin membesar2kan dan berkeluh kesah pada hari yang istimewa ini, mohon ijinkan saya menuliskan cerita sederhana ini.

22 Oktober 2006
Kemarin aku benar2 merasa tidak ingin keluar rumah. Di samping kehabisan energi karena menghadapi berlembar2 buku, udara di luar juga sangat dingin. Namun mendadak hp berdering menandakan sms masuk. "Nduk, datang ya di acara malam takbiran warga Indonesia di rumahku.."
Aduh, aku pun jadi tergerak ingin berangkat. Namun gimana caranya ya? Aku bingung juga mengingat rumah kawan itu letaknya jauh di ujung barat pulau Montreal.

Eh, untung sekali sore itu ada teman lain yang nelpon. "Segera mandi," katanya, "nanti jam 4 kujemput." waduh apa2an ini. Meski alhamdulillah ada tebengan untuk ber takbiran, dalam satu jam aku harus ngebut mandi dan dandan. Pyuh! Anyway, tak apalah yang penting bisa kumpul di malam terakhir Ramadan dengan teman2 daripada manyun di apartemen seperti tahanan :)

Malam takbiran di negeri orang memang tidak seseru di negeri sendiri. Hanya beberapa puluh orang yang datang, itu pun sudah dengan keluarga masing2 sehingga makhluk ’single’ sepertiku hanya manyun membayangkan indahnya kalau ada ‘Sang Kekasih’ di sampingku. (Hiks..buat kekasihku: aku rindu kamu, mas…)

Malam takbiran pun selesai jam 9, hehehhe terlalu sore jika dibandingkan dengan di Indo yang berakhir jam 6 pagi :) Tapi ya apa boleh buat, takbiran di negeri orang memang begini.

23 Oktober 2006
Aku bangun dengan tidak bersemangat. Aku sudah merencanakan sholat di kampus bersama sister2 dari Moslem Students Association. Ya, meskipun tidak ada yang ku kenal, tapi lebih baik keluar di hari raya daripada ‘ngendon’ di rumah kan??

Baru saja aku selesai mandi, telpon berbunyi: "Nduk, kamu mau sholat dimana? Teman2 di Indo pada sholat di rumah Pak L di West Island, kamu ikut nggak??"
"Wah, aku kayanya sholat di kampus aja deh, mbak… Males dingin banget. Kalau aku emang niat sholat di sana, harusnya aku ga pulang dong, Mbak..Nginep aja biar praktis."
"Nek gitu kita sholat di kampus aja apa ya? "
"Aku emang berencana gitu sih, mbak.. Nek kamu mau ke kampus, kita ketemu di sana ya.."

Puuih! Akhirnya, aku sholat di kampus. Sepi banget cuma ada sekitar 4 shaf jamaah putri dengan kostum warna warni. Tidak kaya di Indo yang semuanya pada pake rukuh warna putih. Justru inilah uniknya lebaran di Montreal bersama dengan sister2 cantik dari berbagai negara.

Lebaranku kali ini dirayakan dengan prayer saja, lalu hang out sebentar di Tim Horton untuk minum kopi. Kurang dari jam 10 aku sudah ada di rumah, berada di depan laptop dan kembali menyibukkan diri dengan membaca buku dan berita2 lebaran di kampung halaman.

Ah, bagaimana ya suasana lebaran di kampungku setelah gempa? Apa mereka berbahagia merayakannya? Aku sungguh rindu sekali pada mereka, walau aku kesepian rindu dan lebaranku biasa2 saja, namun aku merasakan kenyamanan. Teman2 yang jumlahnya tidak seberapa itulah yang telah menghadirkan kenyamanan.

Wahai, Tuhan..
aku bersyukur Kau telah menganugerahiku ramadan yang indah, lebaran yang nyaman, dan hati yang damai. Ini memang tidak sehingar bingar di kampung halaman. Ini hanya sebuah doa sederhana dari hati yang sederhana: puji syukurku karena limpahan rahmatMu, hiasilah hidupku dengan gemerlap cahaya cintaMu. Jadikan masa depanku lebih indah dengan gelimang kasihMu..

Satu lagi, Tuhan,
Terimakasih kau telah menghadirkan persahabatan2 yang begitu indahnya, walau tak kasat mata namun ini sungguh luar biasa.

Dan bagi teman2ku, bagi yang berinteraksi denganku dengan segala pergumulan ide, tingkah laku, dan tutur kataku sebagai manusia yang penuh khilaf dan dosa; mohon bukakanlah pintu maafmu.. Ijinkan aku hadir kembali sebagai sahabat yang lebih baik bagimu dimasa kini dan dimasa mendatang….

One Response to “Barangkali lebaran memang begini”

  1. Riza Says:

    someday, soon, i’ll feel the way you do… i hope i can bring my wife (later)

Leave a Reply