Chairil Anwar*
Chairil Anwar mengembara di hutan-hutan peradaban.
Menyusuri kali kehidupan
menjejaki stepa-stepa pikiran
mengukir puisi di pasir waktu kenyataan
Chairil Anwar beranak sejarah
melompati waktu melompati hari
bersabda "hidup seribu tahun lagi"
Chairil Anwar menangis menatapi mimpi
ketika "tulang-tulang berserakan"
tidak bisa menggandeng kata menjadi makna
teriakan kosong di senja hampa
Chairil Anwar menggugat matahari
ketika kematian sudah tidak seheroik dulu lagi
orang mati sudah seperti laron dimakan pagi
tak perlu puisi
tak perlu Kerawang Bekasi
"Dan tak perlu sedu sedan itu"
Semua sudah jadi binatang jalang
dari kasta-kasta terbuang
terpinggirkan
tinggal cacing2 merayap
menunggu "senja di pelabuhan kecil…"
Sudah, kataku
hentikan puisimu
Sudah sudahlah
"Sekali berarti sudah itu mati"
*for my best friend, Chairil Anwar