Ngomelin cinta

" In this life, we can deny a reality that we once exeperinced falling in love and broken heart"

Cinta pertama?

Hahaha itu saat monyet berubah wujud jadi buaya. Bisa saja terjadi ketika kuliah, SMA, SMP, bahkan SD. Beberapa orang mungkin agak lambat jatuh cinta, atau sadar bahwa dirinya jatuh cinta. Ada yang baru sadar jatuh cinta ketika yang dicintainya sudah tidak berada dalam komunitas yang sama. Misalnya, kita jatuh cinta pada teman SMA, namun baru sadar kalau kita jatuh cinta padanya ketika kita udah kuliah atau malah kerja.

Lalu apa dong setelah cinta pertama?

Beberapa orang berani mengungkapkan perasaannya. Lalu pasangan2 baru bermunculan bagai panu di musim hujan. Mereka tampak bahagia. Maklum cinta pertama memang kadang menimbulkan energi yang sangat dahsyat. Seperti petir di musim kemarau *halah, iki opo meneh??*

Beberapa pasangan survive sampai tua dan akhirnya membangun rumah tangga. Namun pasangan2 yang lain kadang tidak mampu bertahan dan berhenti di tengah jalan.

Namun kehidupan tidak selesai di sini.

Jatuh cinta lagi. Cinta kedua..

Hmm..Bagi beberapa orang jatuh cinta untuk kedua kalinya jauh lebih mudah dan tidak menyakitkan. Mereka belajar dari pengalaman terdahulunya bahwa jatuh cinta bisa sangat menyakitkan dan bisa juga sangat menyenangkan. Tentu saja mereka ingin cinta kedua ini menjadi cinta yang menyenangkan. Namun bukan berarti cinta kedua tidak bisa putus. Cinta bukan sesuatu yang terjamah oleh keabadian. Ia bisa mati dan putus, meskipun setelah berumah tangga sekalipun.

Kemudian apa lagi?

Aha! Cinta ketiga..

Cinta ketiga dialami oleh orang2 yang gagal pada percobaan pertama dan kedua. Tentu saja manusia sudah lebih matang pada cinta ketiga ini. Dan biasanya ketika cinta ketiga datang, orang sudah cukup tua untuk bertindak dan berlaku bijak.

But wait! Lantas bagaimana dunk dengan orang yang juga gagal dengan cinta yang ketiga, di usia yang sangat muda pula?? heheheh berarti orang itu hoby jatuh cinta..

Namun, satu bocoran dari pengalamanku: kadang kita bisa tertipu oleh perasaan sendiri. Kadang kita terlalu cepat menyimpulkan bahwa kita sedang jatuh cinta atau patah hati. Padahal kekasih dan kasih sayang itu tidak melulu mengenai perasaan debar2 di dada. Ia juga mengenai kesabaran, pengertian, komitmen, dan respect.

So, jika ada orang yang berteriak2 jatuh cinta namun dia tidak siap dihadapkan pada komitmen menikah dan mencari2 alasan untuk menunda pernikahan, bagiku, itu bukan cinta, setidaknya BUKAN cinta yang dewasa…

2 Responses to “Ngomelin cinta”

  1. Riza Says:

    So, jika ada orang yang berteriak2 jatuh cinta namun dia tidak siap dihadapkan pada komitmen menikah dan mencari2 alasan untuk menunda pernikahan, bagiku, itu bukan cinta, setidaknya BUKAN cinta yang dewasa…

    kalimat yang agak rancu. apakah kedewasaan cinta selalu dilihat dari majunya sebuah komitmen di pernikahan??

  2. X-a Says:

    pengalaman pribadi L-)

Leave a Reply