Archive for October, 2006

Untuk yang masih di surga

Thursday, October 5th, 2006

Tidur anakku.
jangan nakali ibumu
Rahim ini sudah kuberikan untukmu
maka heninglah
jangan nakali ibumu

Tidur anakku
batas fisik kita cuma tinggal amnion dan khorion
namun jangan nakali ibumu

Tidur anakku
nanti ayah pulang
melongok dari jendela
membawa kejutan
sepasang sepatu dan boneka

tidur ya anakku

hari masih panjang
setidaknya masih sembilan bulan
kau tidur saja lah dulu
nyenyakkan dirimu dalam pertumbuhan dan perkembangan

Tidur ya anakku

tenang saja
tidak ada yang bisa melihatmu
kau tidak perlu takut oleh hari dan matahari
kau hanya perlu tumbuh dan mengisi
ruang2 kosong dalam wadah sang rahim

tenang saja anakku
ayah segera datang
mengelusmu

Lampion

Wednesday, October 4th, 2006

Kemarin adalah hari terakhir festifal lampion di Chinese Garden. Sebuah festifal yang menghadirkan warna-warni lampion diselingi harum wangi bunga. Sungguh sebuah suasana yang pas untuk berbulan madu dan berbahagia.

Aku sempat mengunjungi taman itu. Mas  sengaja menghadiahiku sebuah kunjungan yang menyenangkan sebelum mas pulang ke Indo. Sebuah hadiah yang luar biasa. Aku merasa seperti disurga. Di temani oleh kekasih hati, berjalan bergandengan tangan di tepi danau yang bermandikan cahaya. Di kejauhan terdengar suara kecapi yang merasuk merindu hati, menimbulkan perasaan mesra yang tiada terkira.

Lalu air pun memercik dari pancuran, percikan yang membawa tawa dan membawa hati semakin bahagia. Berjalan berdampingan, tanpa khawatir terhadap malam dan tujuan.

Entah bagaimana mereka menghadirkan lampion2 berwarna itu. Entah bagaimana mendirikannya diatas hamparan air bak kaca. Namun, aku tau pasti, mas mengajakku untuk menghampirinya dan berbahagia. Untuk menutup mata dan meresapi keindahannya, mengawang2 ke angkasa, lalu kembali ke bumi untuk memandangi Sang Kekasih Hati yang sungguh mempesona.

Memang benar, apa yang disuguhkan mas bukanlah alam yang natural, atau bahkan sinar kunang2 yang berkejaran. Namun, mas sudah memberikan keindahan. Keindahan yang tak hanya dikecap oleh indera namun jiwa.

Melebihi itu semua..
Mas lah keindahan bagi jiwa.
dia adalah pancaran Tuhan yang sungguh Maha Mempesona
dia adalah pancaran Sang Maha Pencinta