Kemarin adalah hari terakhir festifal lampion di Chinese Garden. Sebuah festifal yang menghadirkan warna-warni lampion diselingi harum wangi bunga. Sungguh sebuah suasana yang pas untuk berbulan madu dan berbahagia.
Aku sempat mengunjungi taman itu. Mas sengaja menghadiahiku sebuah kunjungan yang menyenangkan sebelum mas pulang ke Indo. Sebuah hadiah yang luar biasa. Aku merasa seperti disurga. Di temani oleh kekasih hati, berjalan bergandengan tangan di tepi danau yang bermandikan cahaya. Di kejauhan terdengar suara kecapi yang merasuk merindu hati, menimbulkan perasaan mesra yang tiada terkira.
Lalu air pun memercik dari pancuran, percikan yang membawa tawa dan membawa hati semakin bahagia. Berjalan berdampingan, tanpa khawatir terhadap malam dan tujuan.
Entah bagaimana mereka menghadirkan lampion2 berwarna itu. Entah bagaimana mendirikannya diatas hamparan air bak kaca. Namun, aku tau pasti, mas mengajakku untuk menghampirinya dan berbahagia. Untuk menutup mata dan meresapi keindahannya, mengawang2 ke angkasa, lalu kembali ke bumi untuk memandangi Sang Kekasih Hati yang sungguh mempesona.
Memang benar, apa yang disuguhkan mas bukanlah alam yang natural, atau bahkan sinar kunang2 yang berkejaran. Namun, mas sudah memberikan keindahan. Keindahan yang tak hanya dikecap oleh indera namun jiwa.
Melebihi itu semua..
Mas lah keindahan bagi jiwa.
dia adalah pancaran Tuhan yang sungguh Maha Mempesona
dia adalah pancaran Sang Maha Pencinta