Submission

Ada yang pernah nonton film singkat berjudul "submission"? Sebuah film yang ditulis oleh Ayaan Hirsi Ali dan di sutradarai oleh Theo van Gogh. Bagi yang belum nonton, cari di google video dengan keyword submission.

Filem itu bikin geregetan sehingga aku ga tahan untuk akhirnya "follow mix" (ikut campur) dengan cara menulis disini.

Submission adalah terjemahan dari kata "Islam" dalam bahasa Inggris. Dalam filem itu di pertihatkan seorang wanita (mungkin Muslim) yang sedang melakukan "sholat" dan berdialog dengan Tuhan dalam "sholat" itu. Anehnya, si perempuan itu mengenakan pakaian yang sangat transparan (hampir telanjang) dan menggunakan cadar, serta tubuhnya dilukis dengan ayat2 Al-Qur’an.

Dalam filem itu, si perempuan mengadu betapa tidak adilnya perlakuan yang dia terima atas nama Islam. Pertama, dia mengaku sebagai perempuan baik2 dan jatuh cinta pada seorang laki2, namun cinta itu tidak bisa berlanjut dan dia menggugat Allah: "Allah, oh Allah..mengapa kau larang cinta seperti ini?"

Kemudian, dia mengadu lagi bahwa dia dinikahkan secara paksa, namun atas nama ketundukan terhadap agama, dia mengikuti kemauan orangtuanya untuk menikah paksa. Namun yang dia dapatkan adalah pukulan dari suaminya. Dia mengutip ayat Qur’an yang menyatakan bahwa laki2 adalah pemimpin perempuan, dan dia sudah berusaha mengikuti petunjuk Qur’an namun yang dia dapatkan adalah siksaan dan hinaan.

Lalu dia mengadu, menyatakan bahwa dia sudah menutupi tubuhnya, tidak menggunakan perhiasan berlebihan dan menggunakan cadar, semua untuk mengikuti perintah agama. Dia tidak membuka cadarnya kecuali di dalam rumah. Tapi, yang dia dapatkan justru pemerkosaan dari pamannya.

Pada akhir filem, ditunjukkan bahwa perempuan itu menyelesaikan "sholat"nya lalu mengucapkan salam.

Hmmm….aku miris dengan filem ini. Sungguh2 ini bukan filem yang ditujukan untuk memuliakan Islam, melainkan merupakan kritik pedas yang -bagi believers- sangat menyakitkan.

Isu2 untuk menjatuhkan Islam, sebenarnya bukan isu yang baru lagi. Bahkan upaya terang2 untuk menjelekkan Islam, Quran, dan Rasul sudah ada sejak jamannya Rasul.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, cara2 nya pun semakin canggih dan terselubung; menggunakan filem, internet, sandiwara teater, sayembara kartun Muhammad, karya2 -yang diklaim- sebagai akademis, and so on. Bahkan isu2nya sudah mulai merambat ke isu2 universal rights, dll. Islam dinyatakan sebagai agama kekerasan yang melanggar hak asasi manusia yang paling mendasar dan universal.

Akan tetapi, bagiku filem "submission" juga tidak bisa dibenarkan. Filem ini merupakan upaya terang2an dalam menodai Islam. Jika memilih agama juga dianggap sebagai hak dasar, maka filem ini tentu saja akan jatuh pd tataran menginjak2 hak asasi manusia.

Satu hal yang perlu diluruskan adalah: dalam filem itu, Islam digambarkan sebagai agama yang memandang rendah wanita. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Rasul SAW berkata: "Mulialah laki2 yang memuliakan wanita, dan hinalah laki2 yang memuliakan wanita."

Dalam kehidupan Islam di Indonesia, aku kira banyak sekali contoh yang bisa diambil bahwa wanita ditempatkan dalam posisi yang sangat istimewa: bahkan surga pun ada di telapak kaki ibu. Kita pernah memiliki seorang presiden wanita, saudari kita yang perempuan pun tidak pernah memiliki hambatan berarti untuk meniti karir. Jikapun wanita memilih menjadi ibu rumah tangga, masyarakat memberi kesempatan mereka untuk tetap aktif dalam kehidupan sosial baik melalui pengajian maupun PKK. Itu adalah gambaran masyarakat Islam kita yang sederhana dalam kehidupan nyata sehari2.

Kalaupun ada wanita yang dipukul suami, maka kasus ini adalah kasus kekerasan rumah tangga. Ini adalah kasus kekerasan yang umum, tidak memandang agama maupun sosial status masyarakat. Tidak cuma wanita Islam yang bisa menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Coba hitung kasus beginian di Amerika sana, pasti tangan kita tak kan mampu mewadahi jumlahnya.

Jikapun ada perempuan yang mengalami pelecehan seksual, wah di eropa sana juga banyak sekali. Sayangnya, perempuan2 eropa sendiri sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah jadi korban perlecehan seksual. Coba saja amati: streaptease dan sex party; apakah itu bukan pelecehan seksual namanya?? Sayangnya hanya sedikit dari mereka yang tau apa arti pelecehan seksual.

So, sebenarnya yang salah itu bukan agamanya, bukan SUBMISSION (ISLAM) itu sendiri, namun yang salah itu adalah kultur masyarakat. Masyarakat sedang sakit, oleh karena itu Islam hadir untuk mengobatinya, memberikan panduan dan arahan untuk terciptanya surga dunia dan akhirat.

Anyway, aku tidak akan banyak2 memberikan judgment terhadap Islam, karena aku bukan ahli fiqih atau tafsir. Yang mau aku tekankan adalah "appreciation". OK lah man, kita berbeda. So what gitu loh?? Mbok jangan saling menghina, wong kalau orang Yahudi digambarkan sebagai alas setrikanya kaum nazi, orang yahudi tentu marah. Jangan saling mendiskriditkan. Agama hadir memberikan pencerahan, kalaupun ada dari praktik2 agama itu yang menyimpang dari nilai yang sesungguhnya, itu adalah penyakit umum yang diderita manusia dan semua agama bisa saja tampak jelek karena penyakit manusia itu. Karena kita memang cuma manusia biasa: cuma homo homini lupus.

Agama itu idealisme-nya masyarakat manusia

*wallahu alam*

3 Responses to “Submission”

  1. arif Says:

    ka, before justify your opinion, look through other perspective. do islam (and muslim inthis case) same all over the world?
    not that i agree on this movie, but i tried to see it as a reminder to us, to muslim all over the world. do we have follow Rasulullah teaching? do we understand it?
    In some part of the world, women are bound to become “object” as in islamic teaching, they were considered to be lower than man. in the name of faith (beriman kalo kata orang kita) some follow this teaching blindly. wanna see some example? islamic country are among the highest for rape and crime againts women. why? does islam teach that? in those country, woman dressed very polite and follow the teaching of islam, but how come the rape is high? if its US, i wont be suprise, hey they dress to sex appeal.
    you are considered as moderate moslem ka, a rasional one that follow the teaching by thought what good it is. you and other who use the brain to understand the teaching of islam will be the one who truly understand it. but how many like you? how many of moslem women like you? understand their right rather than just obey the teaching?
    teaching can be bended or corrupted to please some people/group.
    and todays view of islam is the result of this. hey, i’m not againts the teaching, but againts those ulama that think they know but in reality they just tarnishing the image. just take a look at our former president and also ulama, he used to be great ulama but now is just plain crazy old senile guy.
    maybe its just me, that my 1.8 cents

  2. Uton Says:

    Waduh…. pake bhs indonesia aja yah. Biar lancar nulis nya.
    Repot juga tuh. dan bener adanya comment rekan Arif.
    Kalo kita mau cermat … ada ungkapan “para ulama adalah pewaris para nabi” Nah untuk konteks sekarang ini apakah masih relevant? Menurutku para ulama sekarang ini adalah “pewaris ulama yang sebelumnya” Mau liat contohnya? Banyak kok..!!!
    Sehingga banyak hal yang langsung di terima apa adanya. Tanpa di cerna lebih lanjut. Dan itulah yang di manfaatkan oleh mereka2 yang sedang melakukan perang suci melawan muslim dan islam.

  3. X-a Says:

    Gw jadi inget komen sarkas temen gw.(tp ga ada hub dg tulisan ini). Penjajahan paling parah yg terjadi di Indo itu bukan oleh Belanda yg 350 th itu, tapi oleh Islam. Islam menjajah Indo lahir batin. Ada2 saja.

Leave a Reply