Fly Away Home
"Thanks for those who inspire me with the values of hardwork and the passion of integrity."
Hari ini aku menonton filem documenter tentang sekelompok ilmuwan di Kanada yang berusaha menyelamatkan populasi burung angsa crane (Cygnus sp). Angsa besar yang bentangan sayapnya lebih dari 1 meter.
Berawal pada tahun 1941, pada saat itu burung cranes menjadi sangat langka, hanya terdapat 15 burung dalam satu kawanan (flock). And this was the ONLY flock at the time.
Satu flock ini bermigrasi secara tahunan dari Kanada ke Texas, dengan tempat dan rute yang sama. Namun, masalahnya, di dunia ini hanya terdapat satu kawanan (flock). Jika terjadi apa2 terhadap kawanan itu, maka habislah populasi burung angsa besar ini di dunia.
Pada tahun 1994, dimulailah usaha conservationists untuk mengembalikan populasi burung cranes. Mereka berusaha menambah jumlah flock. Serta mengubah pola migrasi sehingga nantinya flock2 tersebut tidak hanya migrasi dengan satu rute (Kanada-Texas), melainkan ke rute2 yang lain. Tantangan terbesarnya adalah: mengubah pola migrasi yang sudah terbentuk sejak 160 milyar tahun!! Ini merupakan pola migrasi yang diturunkan dalam populasi burung2 itu secara turun menurun. Burung2 muda akan belajar dari orang tua-nya tempat dia dilahirkan dan rute dimana dia harus bermigrasi.
So, ide dasar para ilmuwan itu adalah memberi memori baru pada generasi baru burung2 cranes. Mereka menetaskan telur2 cranes di tempat penampungan. Sejak kecil burung2 itu dibiasakan dengan surrogate parents (manusia yang menyamar sebagai burung cranes), lengkap dengan kostum dan paruh buatan.
Selain itu, sejak kecil burung2 itu dibiasakan untuk mendengar suara gantole (Pesawat ringan berawak manusia yang bisa terbang rendah). Pesawat gantole ini lah yang akan mengajak kawanan baru tersebut bermigrasi dengan rute baru. So, a man will fly with a flock! Manusia akan mengajak burung2 bermigrasi. What a weird!
Tapi, ini kejadian betulan. Sejak didirikannya Migration Operation di tahun 1994, para surrogate parents berhasil mengajak burung2 cranes bermigrasi ke tempat yang baru, menunjukkan rute2 baru yang belum pernah dikenal oleh nenek moyang burung cranes sebelumnya. Hasil kerja keras mereka berhasil dengan gemilang. Saat ini jumlah burung cranes yang berhasil dikembalikan kehabitatnya ada 400-an ekor, dan diperkirakan masih membutuhkan 20tahun kerja keras untuk mengembalikan jumlahnya agar stabil dari kepunahan.
Wow! Aku speechless deh liat filem ini. Benar2 usaha yang luar biasa dan berdedikasi tinggi yang dilakukan oleh para conservationist di North America sana. Benar2 suatu pembuktian bahwa manusia diberikan kelebihan oleh Allah untuk menjadi khlaifah. Subhanallah…
P/S Filemnya berjudul Fly Away Home. Wajib nonton bagi para conservationist!
November 12th, 2006 at 9:59 pm
Membaca blognya saja aku bisa membayangkan perjuangan yang tiada henti, semangat.!! Ya, nampaknya film semacam ini tidak hanya berguna untuk Conservationist tapi juga untuk Research Scientist macam aku. Thanks!! Menumbuhkan semangat berjuang itu lebih sulit dibandingkan melakukan yang sebenarnya kita anggap sulit
November 13th, 2006 at 11:30 am
HARDWORKING?? hMMM.. PAPAH TUNGGU HASIL HARDWORKINGNYA. YNG SABAR YA, MINE…