Indahnya perbedaan

Kemarin aku nongkrongin Parade Santa Claus. Sebuah parade tahunan yang datang lebih awal tahun ini. Masih 18 November, bok! Tapi kayanya Montreal sudah siap menyambut kedatangan Santa dengan kereta salju dan para kurcacinya.

Paradenya ramai sekali. Berbagai elemen masyarakat turut serta berparade, berkostum, berjingkeakan, bersuka cita. Wah, aku pun juga jadi hanyut dalam suasana. Meski sedikit mendung dan dingin, ah tidak ada yang mau beranjak sebelum parade selesai. Alhasil terpaksa berdesak-desakan. Semua etnis tumplek blek: yang ada didepanku orang Filipina, disampingnya orang Perancis, di belakangku Orang Jepang dan Arab, di kananku orang Afrika, di kiriku orang Brazil -Amerika Selatan-. Aha!!

Yah itulah Montreal. Terlalu banyak perbedaan, terlalu banyak perayaan, dan terlalu banyak festifal. Herannya, meskipun banyak perbedaan, Montreal tidak lantas menjadi chaotic dan penuh huru-hara. Melainkan semakin manis dan mempesona.

Bayangin, setiap tahunnya ada kurang lebih 30 festifal di Montreal. Apa saja dijadikan festifal. Mulai dari Festifal Natal (Christmast in the Garden or Santa Claus festifal), festifal Jazz, festifal Gay (gay pride), festifal anak2 (Fete des Enfants), festifal kembang api, festifal lampion (Lantern in Chinesse Garden), festifal musik Arab, festifal musik ritmik, festifal film porno (hahhahaha). Pokoknya ada2 saja.

Uniknya lagi, ketika ada satu festifal, semua orang (hitam, putih, kuning, pendek, tinggi, gendut, kurus, botak gondrong), semuanya boleh ikutan or nonton! N gratis! Contonya: aku seorang Muslim, tapi nonton festifal Santa, nonton festifal pumkin menyambut Haloween, festifal Summer Solistice (adatnya Romawi), dst, dst..

Anyway, ini lah yang jadi cerita manis tentang Montreal, disamping semua tangis bombay tersedu sedan ditengah ngerjain paper, peer, tugas, dan merindukan Sang Kekasih… uhuk..uhuk..

Andai saja pluralisme di Indonesia bisa sedemikian indahnya…

Tapi sudah ding, Indonesia pernah membuktikan keindahan hidup dalam pluralisme dan perbedaan. Remember: kita pernah punya lagu Satu Nusa Satu Bangsa, kita punya semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kita punya Ketuhanan Yang Maha Esa.

Siapa sangka Indonesia pernah demikian indahnya…

Ah, Indonesia memang pantas dicintai.

One Response to “Indahnya perbedaan”

  1. Riza Says:

    individualism trully rules there, isn’t it? so, differences never been a problem.

Leave a Reply