Negeri yang aneh
Di negeri ini, anak-anak kecil perutnya buncit, malnutrisi dan kena infeksi. Infeksinya bisa apa saja: mulai cacing tambang, cacing gelang, sampai panu dan malaria. Namun anak-anak tetaplah anak-anak, inguspun dijadikan mainan, tak bebaju tetap juga berlarian di kolong jembatan. "Hide and seek" bersama teman2. Ah, mungkin "hide and sick" bersama malaikat kematian.
Di negeri ini, perempuan-perempuan muda melacurkan diri di pinggir sungai. Tidak apa-apa, katanya. Yang penting asap mengepul dari dapur rumah tangga, syukur-syukur bisa beli bedak dan beha. Tapi wanita tetaplah wanita, kalau haid tiba sudah tidak bisa apa-apa. Ah, jangan-jangan tidak makan pula. Kasihan.
Di negeri ini, kere-kere pada musim tertentu bisa bersuka cita. Yaitu musimnya demonstrasi dan anarkhi yang menyulut pada kerusuhan massa. Semakin besar kerusuhan, semakin banyak hasil jarahanan. Itu katanya. Walau pada akhirnya, kere-kere pula yang masuk penjara. Hah! Memang biasa, aktor intelektual memang terlalu pintar menampakkan wujud fisiknya. Atau, jangan2 aktor intelektual itu tidak pernah ada? Artinya, memang kere lah yang mendalangi anarkhi itu sendiri. Ironi.
Di negeri ini, laki-laki baik dan lugu pun bisa menjadi eksekutor paling sadis. Coba saja, siapa yang menyangka kalau M.Nuh bisa merakit bom bunuh diri, siapa yang menyangka Imam Samudera menjadi dalang bencana. Kala itu….
Di negeri ini, kereta-kereta pedati sudah tidak berfungsi lagi, becak sudah terpinggirkan, andong hanya untuk keperluan wisata. Semua mengarah keserbacepatan dan keserbamewahan; walau akhirnya cuma menimbulkan polusi dan kemacetan. Katanya, busway pun ikut-ikutan menjadi penyebab mampetnya jalana ibukota. Siapa sangka.
Di negeri ini, kita bisa mati kapan saja dengan cara apa saja. Keluar rumah di sambar truk nyelonong karena kelebihan muatan sudah biasa, terlindas diperlintasan kereta karena sopir tidak waspada sudah banyak ceritanya, dibunuh saudara karena rebutan harta warisan sudah jamak adanya. Nyawa manusia tak lebih berharga daripada sekotak mi dan sepiring nasi. Kayanya.
Pemerintah ribut-ribut urusan pornografi, ribut-ribut urusan hukum syar’i, bahkan terakhir ini ribut-ribut kedatangan diktator tunggal jagad raya dari Amerika sana. Tapi ya begitu itu pemerintahan dalam negeri kami, Sepi ing gawe rame ing pamrih.
November 15th, 2006 at 5:50 pm
negara yang penuh dengan intrik dan jalan ke belakang. maksudku kita seperti merasa maju namun justru malah semakin ke belakang
November 17th, 2006 at 1:53 am
Iya, negeri yang aneh…
dan lebih anehnya, laily baru tahu ada adik angkatannya yang sekritis ini!
halo X-a…
tentang pertanyaanmu,akhir yang baik, tentu saja kau mengerti, pasti!
bila masih ingin yakinkan lagi, coba sekali lagi, yuk telusuri pada lembar2 yang membedakan hak dan batil…
mari…
c u…
November 18th, 2006 at 5:58 am
Hidupp kereeeee! hidupp!
betul betul negeri kami negeri KEREN tapi tanpa N ..wakakkakakkakakkak!