Tulisan tidak berguna
"Selalu lebih gelap ketika lampu baru saja dimatikan.."
Sekarang sudah beberapa saat sesudah lampu dimatikan, aku sudah menghela napas dan mengambil jeda. Maka, life goes on, dan saatnya untuk tersenyum lagi melihat dunia. Ah, bersyukurnya aku masih punya mata.
Dan….mataku pun tertumbuk pada sebuah rak yang menyediakan berderet2 tauge kedelai di toko cina. Kim Phat nama tokonya. Aku belum pernah sesensitif ini melihat tauge, tapi hari ini, tauge benar2 menggugah rasa kemanusiaanku!! *sambil mengepalkan tangan ke udara*
Tauge adalah kecambah. Dalam bahasa SPT (nama mata kuliah di Biologi, kepanjangan dari Struktur dan Pertumbuhan Tumbuhan), kecambah dihasilkan dari perpanjangan plumula, radicula, caulicula yang kesemuanya itu adalah stem cell kehidupan. Kalau dalam bahasa manusia, kecambah itu bisa disamakan sebagai ‘infants’ atau baby yang usianya masih sangat muda, mungkin sekitar 1 atau 2 hari.
Nah, yang aku lihat hari ini adalah kecambah kedelai. Cara membuatnya aku sudah tau: kedelai dicuci, ditiriskan, lalu disiram tiap hari, maka baby-baby kedelai akan muncul. Kebayang ga sih betapa sadisnya, kita sengaja mengecambahkan kedelai, menghidupkan sang embrio, memberinya kesempatan untuk bernafas lalu dengan sengaja membunuh dan memakannya dalam usia yang masih muda.
Andai saja kecambah2 itu seperti manusia yang bisa merasakan sakit, pasti mereka sangat nelangsa. Bayangin deh, pertama, biji2 yang mengandung embrio itu dicuci di air dingin..bbbrrrr.. pasti sangat dingin bagi -seekor- embrio. Lalu tiba2 saja ditempatkan di wadah yang ditutup dengan kain agar tidak terkena sinar matahari (sinar matahari membuat batang tauge jadi pendek2). Embrio2 itu terus disiram sampai menjadi baby kedelai. Sesudah menjadi baby kedelai, tiba2 mereka diekspose dengan sinar dan kulit2nya dihilangkan dengan cara dicuci terus menerus, kadang sampai diremes2 sehingga batangnya ada yang hancur. Lalu akar2nya dipotong. Ih sadis.
Then, baby2 itu dikemas berdesak2an di dalam wadah plastik dan dipajang di toko sayuran. Hiks, tidak ada kesempatan buat tumbuh atau benafas. Kalau perlu bahkan manusia memfrozenkan baby2 kecambah itu biar tahan lama. Brutal.
Nah, yang lebih ngeri cara makannya. Orang2 barat memakan tauge mentah: artinya memakan baby2 kedelai hidup2. Mereka menyebutnya salad. Hiks..salad kok ngeri gitu ya. Coba seandainya baby2 kedelai itu punya darah, pasti kalau digigit udah berlepotan merah gigi2 manusia yang memakannya. Ngeri deh pokoknya.
Kalau di restoran China, chef akan langsung memasukkan baby2 kedelai itu ke dalam wok (wajan) panas menyala. Seketika jadi garing dan keriting. Hiiiy..kematian oleh luka bakar yang hebat. Lalu anak2 manusia memakannya dengan suka cita. Sadis bin brutal.
Namun, katanya memakan makhluk hidup itu normal sih. Bahkan dalam ilmu biologi sampai ada istilah piramida makanan dan jaring2 makanan.
Dan kayanya.. yang tidak normal itu otakku. Masak baby kedelai saja dijadikan bahan tulisan.
*Ada2 saja*
November 1st, 2006 at 5:54 pm
namanya juga hukum rimba, memakan dan dimakan….tapi tauge itu menyehatkan kok.