Kekosongan

Dengerin!!  Aku mau pidato sambil mengutip ayat suci Sang Filosofi, entah filsuf dari mana:

Hidup adalah sekedar mengisi kekosongan.

Ndak percaya??? Sejak dulu orang bijak selalu bilang kalau manusia itu adalah makhluk sosial. Saking sosialnya, mana bisa hidup sendirian dan kesepian. Hal ini berlaku juga untuk sebuah kekosongan, manusia tidak bisa hidup dengan ruangan kosong dalam hidupnya, apalagi dalam hatinya.

Lihat saja manusia guwa; melihat guwa yang sedemikian kosongnya, maka dibuatlah gambar2 telapak tangan atau telapak kaki.

Lihat saja ibu rumah tangga; tidak bisa tidak akan memenuhi isi lemarinya dengan pakaian, perhiasan, pernak-pernik segala rupa.

Lihat saja wartawan, yang sibuk kesana-kemari untuk mencari berita dalam upayanya mengisi kekosongan dalam lembaran2 koran atau majalahnya.

Lihatlah remaja yang tidak punya banyak kegiatan, akan mengisi kekosongan dalam hidupnya dengan pacaran atau bernarkoba ria. Bisa saja sih kekosongan itu diisi dengan hal2 yang berguna, namun kalau salah kaprah, akhirnya naluri untuk melakukan hal tidak berguna pula lah yang akan bicara.

Lihatlah orang2 miskin di pinggiran kota, yang mengisi kekosongan perutnya dengan cara apa saja. Mulai ngemis, ngamen, nglacur, ngrampok, segala rupa. Ndak bisa disalahkan to? Wong itu dalam rangka mengisi kekosongan…

Lihat saja bapak-bapak, yang merasa hidupnya kosong, maka kawin lagi lah ia: numpuk bini muda di berbagai kota. Katanya sih merencanakan keluarga, meniru iklan KB: Dua istri saja (belum) cukup!!  [Haduh! Nek ini ketoke kekosongan yang mengada-ada.]

"Lalu kalau yang kosong itu hati, gimana dong, X-A?? Pacar ndak punya, tabungan ndak punya, kerjaan bikin sakit kepala, usia semakin tua, hidup begini2 saja. Terus gimana dong??" sergah seorang teman yang duduk di deretan paling belakang sambil berkaca-kaca. Dia memang selalu merasa sebagai pria tidak beruntung di dunia.

"Mati saja!" jawabku ngawur sambil ngeloyor pergi. *Sadis*

 

3 Responses to “Kekosongan”

  1. Riza Says:

    wah intinya itu, kekejaman yang di filsufkan toh *masa menyuruh orang mati*

    ya kalo kosong semuanya, berarti ngisinya harus bertahap khan? pertama narkoba dulu, trus cari bini muda kalo ga dapet pelacur aja atau anak-anak abg mata duitan, trus dugem dan have fun, lalu pesan peti mati atau ruang dalam penjara, habis itu baca Yassin, semoga diselamatkan.

    Yang penting melakukan sesuatu sebelum mati bukan? :)
    dan yang paling penting lagi..

    Enggak KOSONG!!!

  2. X-a Says:

    Za, pilek itu kan juga mengisi kekosongan to?? KOsongnya hidung daripada tidak ada cairan?? Heheheh selamat berpilek ria ;)

  3. dina Says:

    “kosong adalah isi, isi adalah kosong”
    *kata2 biksu Tong yg sampai skrg tidak kumengerti* gak nyambung ya? hehe.
    eh, tp bener jg lho, kalo aku yg ditanyain gitu aku pasti jawab juga: “mati saja”
    *emang sadis* hehe

Leave a Reply