<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Live in Khatulistiwa</title>
	<atom:link href="http://eikasalim.blog.friendster.com/2007/01/live-in-khatulistiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://eikasalim.blog.friendster.com/2007/01/live-in-khatulistiwa/</link>
	<description>A girl at a time, a moment to share and care</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 22:50:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Koez</title>
		<link>http://eikasalim.blog.friendster.com/2007/01/live-in-khatulistiwa/#comment-82</link>
		<dc:creator>Koez</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2007 05:58:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://eikasalim.blog.friendster.com/2007/01/live-in-khatulistiwa/#comment-82</guid>
		<description>itulah ibumu,
ibu kita, dengan segenap sampah yang orang kata,
tapi...di sini ada surga:
sayuk rukun rame-rame
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itulah ibumu,<br />
ibu kita, dengan segenap sampah yang orang kata,<br />
tapi&#8230;di sini ada surga:<br />
sayuk rukun rame-rame</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Riza</title>
		<link>http://eikasalim.blog.friendster.com/2007/01/live-in-khatulistiwa/#comment-81</link>
		<dc:creator>Riza</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 06:18:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://eikasalim.blog.friendster.com/2007/01/live-in-khatulistiwa/#comment-81</guid>
		<description>maka memandanglah ke depan mba eka. sudilah engkau menghabiskan sisa hidupmu di bumu khatulistiwa ini, dimana segala kecurangan berada di dalamnya, tetap menyenangkan asal tidak menimpa kita. bersama sang pangeran rengkuhlah kehidupan "sederhana" yang diidamkan. membina sebuah generasi, dan terlebih, nikmati dirimu apa adanya...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maka memandanglah ke depan mba eka. sudilah engkau menghabiskan sisa hidupmu di bumu khatulistiwa ini, dimana segala kecurangan berada di dalamnya, tetap menyenangkan asal tidak menimpa kita. bersama sang pangeran rengkuhlah kehidupan &#8220;sederhana&#8221; yang diidamkan. membina sebuah generasi, dan terlebih, nikmati dirimu apa adanya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
