Mati
Emang enak jadi *mantan* presiden
Rumahnya dulu gedong magrong-magrong
Istana, orang menyebutnya
Maklum, presiden = raja.
Bukankah raja penghuni istana?
Pun peran raja pula yang di sandang *nya*
Memaksa setiap manusia yang berPancasila untuk sendiko dawuh atas perintah*nya*
Dilarang membantah jika tidak ingin dimamah.
Itu cerita ketika jayanya
Emang enak jadi *mantan* presiden
Rumah masa depannya berdiri megah di atas bukit gemah ripah.
Astana Giri*Laya* kita sebut demikian adanya
Walau ironi, sebab mati tak kunjung terjadi; orang sudah ramai mengerumuni
Tak ingin ketinggalan prosesi demi prosesi.
Lalu apa makna astana itu??
Batu, tanah, tangis, pilu…
Selebihnya, diam
Diam diatas kasus supersemar
Diam di atas kasus korupsi sekian milyar
Diam di atas tahta dan singgasana yang dipeluk hingga renta
Lalu..diam
Langit akan membawanya membumi. Bila tiba saatnya nanti.
(Maka biar aku menangis untuk hutang anak cucu dan keturunanku)
January 17th, 2008 at 11:20 pm
aku ga terima…
*Diam di atas kasus korupsi sekian milyar*
sungguh aku ga terima
.
.
.
.
.
.
.
.
karena angka sebenarnya mencapai trilyunan yang harus dikalikan lagi dengan angka 1000 *wes ga jelas sebutannya apa*
February 4th, 2009 at 3:14 am
wong wanine ngrasani wong mati, kalah karo tukang cukure tuan paduka raja ! the most brave man in Indonesia at Soeharto’s time is his barber.