Fly Away Home

November 12th, 2006 by eikasalim

"Thanks for those who inspire me with the values of hardwork and the passion of integrity."

Hari ini aku menonton filem documenter tentang sekelompok ilmuwan di Kanada yang berusaha menyelamatkan populasi burung angsa crane (Cygnus sp). Angsa besar yang bentangan sayapnya lebih dari 1 meter.

Berawal pada tahun 1941, pada saat itu burung cranes menjadi sangat langka, hanya terdapat 15 burung dalam satu kawanan (flock). And this was the ONLY flock at the time.

Satu flock ini bermigrasi secara tahunan dari Kanada ke Texas, dengan tempat dan rute yang sama. Namun, masalahnya, di dunia ini hanya terdapat satu kawanan (flock). Jika terjadi apa2 terhadap kawanan itu, maka habislah populasi burung angsa besar ini di dunia.

Pada tahun 1994, dimulailah usaha conservationists untuk mengembalikan populasi burung cranes. Mereka berusaha menambah jumlah flock. Serta mengubah pola migrasi sehingga nantinya flock2 tersebut tidak hanya migrasi dengan satu rute (Kanada-Texas), melainkan ke rute2 yang lain. Tantangan terbesarnya adalah: mengubah pola migrasi yang sudah terbentuk sejak 160 milyar tahun!! Ini merupakan pola migrasi yang diturunkan dalam populasi burung2 itu secara turun menurun. Burung2 muda akan belajar dari orang tua-nya tempat dia dilahirkan dan rute dimana dia harus bermigrasi.

So, ide dasar para ilmuwan itu adalah memberi memori baru pada generasi baru burung2 cranes. Mereka menetaskan telur2 cranes di tempat penampungan. Sejak kecil burung2 itu dibiasakan dengan surrogate parents (manusia yang menyamar sebagai burung cranes), lengkap dengan kostum dan paruh buatan.

Selain itu, sejak kecil burung2 itu dibiasakan untuk mendengar suara gantole (Pesawat ringan berawak manusia yang bisa terbang rendah). Pesawat gantole ini lah yang akan mengajak kawanan baru tersebut bermigrasi dengan rute baru. So, a man will fly  with a flock! Manusia akan mengajak burung2 bermigrasi. What a weird!

Tapi, ini kejadian betulan. Sejak didirikannya Migration Operation di tahun 1994, para surrogate parents berhasil mengajak burung2 cranes bermigrasi ke tempat yang baru, menunjukkan rute2 baru yang belum pernah dikenal oleh nenek moyang burung cranes sebelumnya. Hasil kerja keras mereka berhasil dengan gemilang. Saat ini jumlah burung cranes yang berhasil dikembalikan kehabitatnya ada 400-an ekor, dan diperkirakan masih membutuhkan 20tahun kerja keras untuk mengembalikan jumlahnya agar stabil dari kepunahan.

Wow! Aku speechless deh liat filem ini. Benar2 usaha yang luar biasa dan berdedikasi tinggi yang dilakukan oleh para conservationist di North America sana. Benar2 suatu pembuktian bahwa manusia diberikan kelebihan oleh Allah untuk menjadi khlaifah. Subhanallah…

P/S Filemnya berjudul Fly Away Home. Wajib nonton bagi para conservationist!

Investasi Abadi

November 7th, 2006 by eikasalim

Hari ini gw dapet email dari teman gw, asalnya dari salah satu milis. Emailnya singkat saja, intinya begini, investasilah di http://www.investasiabadi.com. Pertama liat email ini, gw langsung aja curiga. Maklum, gw pernah punya pengalaman yg ga enak dengan inves2 beginian.

Ceritanya gini, mungkin sekitar setahun yg lalu, gw nyoba2 www.12daily.com. Ga banyak sih uang yg gw investasikan, tp cukup lah buat beli pulsa sampai telinga berdenging. Hiks.

Gw rutin ngikutin aja ‘cara main’ di website itu, belajar gimana caranya surfing dll. Emang sih pertama2nya jumlah uang gw nambah, tapi dikiit banget. Cuma sekitar 0.6 % dari nilai investasi gw.

Selang beberapa minggu, lha dalah, website-nya tiba2 tutup. Wekekekeke ternyata ketipu gw nih. Katanya sih ada masalah internal perusahaan itu, bahkan melibatkan proses hukum segala. Wadau, ngeri kan?? Akhirnya perusahaan jadi2an itu tutup, dan uang gw amblas. Hahahaha..padahal gw udah berencana muluk2 kalau uang itu mejadi 12 kali lipat seperti dijanjikan, gw mau beli tiket agar mas bisa nyusul gw. *Ada2 saja*

Setelah kejadian itu, gw selalu wanti2 pada teman2 yg mau investasi online -apa saja- agar berhati2. Jika tidak tau betul sistem dan kredibilitas perusahaan lebih baik GAK USAH deh.

Waktu gw inves di 12daily.com, gw cuma ikut2an aja sih. Temanku -lumayan- sukses di bidang yang sama. Hehehe itu karena dia tau mensiasatinya, sementara gw gagal total karena gw gak paham sama sekali sistemnya. Uang amblas, kesalnya bertumpuk2. Yang paling ngeselin adl sudah "njagak-ke" mau beli tiket buat mas.

Eh, lha kok Tuhan itu Maha Pemberi Kejutan. Ada saja cara Tuhan untuk membuatku tersenyum. Setelah gagal dalam bisnis bohong2an, alhamdulillah, mas malah dapat rejeki dari sumber yang lain shg bisa beli tiket. Hihihihihi.. kaya kejatuhan durian deh.

Mulai saat itu, gw sudah jauh2 dengan yg namanya investasi online yg kagak jelas juntrunganya gitu. Kagak ada yg namanya uang nganggur dan kerja mudah, lalu kekayaan jadi berlimpah. Sumpeh deh! Kalau mau kaya, kerja itu wajib. Biasanya siy, perusahaan2 online itu cuma mengeruk uang kita, lalu dibawa lari entah kemana. Ada aja cara mereka untuk meninabobokan mangsa.

So, jika ada teman2 yang pernah atau akan menjadi korban dari investasi2 ga bener seperti itu, belajarlah dari pengalaman gw. Emang pahit dan malu2in sih, tapi gw membuka cerita gw ini biar teman2 tidak ada yg keblinger. Itung2 amal ma’ruf nahi munkar gitu loh..hehehhehe. Prinsipnya satu: kalau mau makan ya kerja, meras otak keluar keringat.

Terus, hari ini gw juga baca perdebatan sengit mengenai Maxgain (Perusahaan non-online yang ngakunya investasi, Forex gitu). Nada2nya sih, Maxgain ini menipu banyak orang dengan ngaku2 dijadiin karyawan, padahal disuruh jadi investor. Ah, ini menambah keyakinan gw, bahwa buannyaak bisnis2 investasi online/non-online yg ga bener. So, bagiku sendiri, saatnya jauh2 dari iming2 gituan deh.

Nah, kira2 www.investasiabadi.com itu perusahaan investasi beneran ga ya? Hehehe, jangan2 uang kita bener diinvestasikan secara ABADI alias ga balik2.

Dunia maya memang berbahaya!!

Ngedumel, ngomel, sambil nyanyi, fals pula

November 3rd, 2006 by eikasalim

Jaman dulu, paling suka lihat acara sidang umum mpr di masa pemerintahan Suharto. Suka ketawa dengan sinis kalau liat para bapak-ibu pakai jas safari rapi, tapi ketika di syuting kelihatan lagi tidur, ngiler lagi. hehehehe.. mungkin karena kecapekan kali ya.

Terus lucu banget waktu mereka ngomong; kadang pakai istilah begini: "Menggaris bawahi.." heheheh kayanya mereka bawa garisan banyak banget kali ya.

Nah, paling heboh kalau udah muncul paduan suara wakil rakyat. Dialog kasarannya begini:
"Setuju ga Suharto jadi presiden?"
"Setujuuuu uuuu uuuu uuuu."
Heheheh jadi inget ama Dedi Dhukun (tapi ga ada hubungannya, nih)

Tapi sekarang udah beda kali ya? Kan udah jamannya pasca-reformasi. Insya Allah, para wakil rakyat tidak lagi menjadi aristokrat2 kecil di tengah Indonesia yang Maha Besar.

Dengan pesimis suamiku bilang: "Pemerintah Indonesia itu secara default adalah pemerintahan patron yang memerintah dengan gaya2 raja2 dan ratu2 jaman batu. Dimana kekuasaan berada pada sekelompok orang, dan kemiskinan menjadi kewajiban mutlak bagi rakyat."

Pemerintahan patron ini secara kultur maupun historis akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan pemerintahan demokratis seperti negara2 di Amerika Utara. Di negara2 itu, pemerintahan hadir karena rakyat -para imigran- butuh sebuah organisasi untuk melayani kebutuhan mereka. Dengan kata lain, secara default negara2 imigran itu memiliki pemerintahan demokratis.

Nah, ide demokratisasi ini kalau diterapkan di Indonesia, bisa jadi kacau balau -kaya sekarang-. Kenapa? Karena demokrasi datang terlambat. Penguasa sudah terlanjur menjadi tuhan2 kecil di sistem pemerintahan Indonesia Yang Maha Esa.

So? So?

Mengubah Indonesia menjadi lebih demokratis? Bisa. Asalkan, pemerintah-nya mengubah setting default dari patronisme menjadi service-centered. Yah, bukan hal yang mudah sih. Menginstal paradigma berpikir baru yang mengubah paradigma kuno tidak akan pernah mudah. Mungkin seribu Bandung Bondowoso pun tidak akan mampu menegakkan candi2 demokrasi di negeri ini. Wiiih sadis.

Tulisan tidak berguna

November 1st, 2006 by eikasalim

"Selalu lebih gelap ketika lampu baru saja dimatikan.."

Sekarang sudah beberapa saat sesudah lampu dimatikan, aku sudah menghela napas dan mengambil jeda. Maka, life goes on, dan saatnya untuk tersenyum lagi melihat dunia. Ah, bersyukurnya aku masih punya mata.

Dan….mataku pun tertumbuk pada sebuah rak yang menyediakan berderet2 tauge kedelai di toko cina. Kim Phat nama tokonya. Aku belum pernah sesensitif ini melihat tauge, tapi hari ini, tauge benar2 menggugah rasa kemanusiaanku!! *sambil mengepalkan tangan ke udara*

Tauge adalah kecambah. Dalam bahasa SPT (nama mata kuliah di Biologi, kepanjangan dari Struktur dan Pertumbuhan Tumbuhan), kecambah dihasilkan dari perpanjangan plumula, radicula, caulicula yang kesemuanya itu adalah stem cell kehidupan. Kalau dalam bahasa manusia, kecambah itu bisa disamakan sebagai  ‘infants’ atau baby  yang usianya masih sangat muda, mungkin sekitar 1 atau 2 hari.

Nah, yang aku lihat hari ini adalah kecambah kedelai. Cara membuatnya aku sudah tau: kedelai dicuci, ditiriskan, lalu disiram tiap hari, maka baby-baby kedelai akan muncul. Kebayang ga sih betapa sadisnya, kita sengaja mengecambahkan kedelai, menghidupkan sang embrio, memberinya kesempatan untuk bernafas lalu dengan sengaja membunuh dan memakannya dalam usia yang masih muda.

Andai saja kecambah2 itu seperti manusia yang bisa merasakan sakit, pasti mereka sangat nelangsa. Bayangin deh, pertama, biji2 yang mengandung embrio itu dicuci di air dingin..bbbrrrr.. pasti sangat dingin  bagi -seekor- embrio. Lalu tiba2 saja ditempatkan di wadah yang ditutup dengan kain agar tidak terkena sinar matahari (sinar matahari membuat batang tauge jadi pendek2). Embrio2 itu terus disiram sampai menjadi baby kedelai. Sesudah menjadi baby kedelai, tiba2 mereka diekspose dengan sinar dan kulit2nya dihilangkan dengan cara dicuci terus menerus, kadang sampai diremes2 sehingga batangnya ada yang hancur. Lalu akar2nya dipotong.  Ih sadis.

Then, baby2 itu dikemas berdesak2an di dalam wadah plastik dan dipajang di toko sayuran. Hiks, tidak ada kesempatan buat tumbuh atau  benafas. Kalau perlu bahkan manusia memfrozenkan baby2 kecambah itu biar tahan lama. Brutal.

Nah, yang lebih ngeri cara makannya. Orang2 barat memakan tauge mentah: artinya memakan baby2 kedelai hidup2. Mereka menyebutnya salad. Hiks..salad kok ngeri gitu ya. Coba seandainya baby2 kedelai itu punya darah, pasti kalau digigit udah berlepotan merah gigi2 manusia yang memakannya. Ngeri deh pokoknya.

Kalau di restoran China, chef akan langsung memasukkan baby2 kedelai itu ke dalam wok (wajan) panas menyala. Seketika jadi garing dan keriting. Hiiiy..kematian oleh luka bakar yang hebat. Lalu anak2 manusia memakannya dengan suka cita. Sadis bin brutal.

Namun, katanya memakan makhluk hidup itu normal sih. Bahkan dalam ilmu biologi sampai ada istilah piramida makanan dan jaring2 makanan.

Dan kayanya.. yang tidak normal itu otakku. Masak baby kedelai saja dijadikan bahan tulisan.

*Ada2 saja*

And life goes on

October 30th, 2006 by eikasalim

"The nature of human live is like a candle lighted in open air, without any protection from above and every side"

Hidup ibarat lilin. Setiap saat angin bisa datang, menyampaikan berita dari malaikat kematian, maka lilin itu pun berhenti berpendar. Gelap. Gelap sejenak. Namun bisa begitu pekat.

Namun kegelapan tidak akan abadi. Dia bukan seperti lubang hitam semesta yang kelam dan menyerap apa saja. Masih ada harapan. Masih ada nyala2 lilin lain yang harus dijaga. Masih ada banyak alasan bagi kehidupan untuk bertambah usia dan beranjak tua.

Setelah gelap itu, lalu angin akan bertiup lagi diatas kepalaku, mengajak untuk mengarak awan. Ke depan. Ke masa depan. Karena memang beginilah garis hidup manusia.

Yang tertinggal di belakang, lilin2 kecil yang telah padam duluan, mereka akan menjadi embun2 berseri di pagi hari. Maka bangunlah, sambut embun2 itu, tersenyumlah. Dunia ini masih milik kita. Lalu lepaskan embun2 itu ketika matahari mulai meninggi, biarkan dia menjadi awan2 kecil di angkasa. Dia sahabat2 kita yang damai tidur bermakhkota di kerajaan para dewata. Biarkan mereka menunggu kita di alam sana.

Alam yang ada dalam sumber pikiran manusia. Tidak nyata, namun ada.

Then. life goes on.

Telur2 kecil menetas, induk2 singa mencari makan, ayah2 manusia bekerja, aku berkelana mengarak awan menuju kemuaranya.

Dan pasti tiba nanti giliranku. Lilinku padam menyisakan asap tipis di angkasa. Biar saja. Sudah begitu kodratnya. Kematian -sebagaimana hidup- datang dan pergi. Datang dan pergi. Tidak ada yang abadi. Karena hanya kematianlah kawan kehidupan. Sahabat setia demi kelangsungan semesta.

And life goes on.

Sekarang ku kemasi bukuku, berangkat ke kampus, melakukan apa yang harus dilakukan, sebaik2nya, sebisa2nya. Menangispun sudah percuma. Lilin kawanku sudah tiada. Tinggal nanti kujenguk dia, disana. Dalam peraduannya yang serba sederhana. Karena kematian memang sederhana: sesederhana daun2 kecil jatuh luruh ke bumi.

[Ssstt..tapi maaf, ijinkan aku menangis dulu. Sebentar saja, aku kan cuma manusia, air yang ada di mata masih perlu dikuras dan dibersihkan: agar aku bisa melihat lagi dunia..]

And life goes on..

Selamat jalan, Good bye

October 29th, 2006 by eikasalim

Dear sahabat tersayang,
Kau yang dipanggil Allah sesudah dibersihkan dosamu selama Ramadan
Selamat jalan…
Semoga kebahagiaan abadi dan hakiki kau temui di sana.
Selamat jalan sahabat..

With love,
X-a Salim

Ocean

October 28th, 2006 by eikasalim

Aku sedang memaknai arti kehidupan.
Membayangkan aku di tempat favoritku.

Angin bertiup dari selatan, kulihat diriku berdiri di sebuah tebing. Tebing terjal berbatu yang tidak goyah diterjang deburan ombak. Dia terus bergelora, membuatku takut sekaligus takjub.
Lalu, embun2 asin melayang membasahi muka berjelaga, aroma garam dan amis ikan dari tempat pelelangan mengacaukan indera. Ini aroma kehidupan, garam dan ikan. Anak nelayan tumbuh dewasa dengan meminum darah lautan, memanjat tebing2 kehidupan.

Sejenak kemudian, burung2 beterbangan di atas kepalaku. Mereka meneriakkan sesuatu yang aku tidak tau. Berebut apa? Sedang bermain apa? Bercerita apa? Rasanya ingin kupinjam telinga mereka. Sejenaaaaaaaaaaak saja. Agar bisa kudengar cerita2 mereka tentang lautan menggila, atau si biru yang tenang jauh di tengah sana. Mungkin juga cerita2 tentang kawanan ikan raksasa perenang abadi sepanjang masa. Atau dongeng2 para prajurit, para nakhkoda, para nelayan, para penjelajah dunia, para bajak yang tak sempat diabadikan dalam kisah2 para pujangga daratan. Atau tentang bintang gemintang yang bersinar lebih terang daripada lampu2 mercu suar.

Ini tempat favoritku.
Berada di bawah bukit. Kakiku basah oleh air yang datang dan pergi. Untuk apa mereka begini saban hari?? Mengantarkan berita dari pulau seberang? Atau hanya sebentuk permainan anak gelombang yang rindu mencium daratan? Atau peluang kehidupan yang diberikan kepada anak2 karang dibatas antara pasir dan perairan? Peluang apa? Kehidupan apa di batas cakrawala sana? Ada apa dibalik titik terbenamnya sang surya?

Anak2 tukik berlari secepatnya menghindari pemangsa di pasir terbuka. Kemana larinya kalau bukan ke perairan tebuka. Tapi kenapa? Apa sedemikian indahnya lautan itu sehingga bayi2 mungil itupun menggantukan harapannya di sana? Surgakah  itu??

Aku tak tau.

Aku berdiri di tempat favoritku. Menuliskan harapan diatas bentangan kanvas putih yang serba basah dan lembab. Lalu datang anak2 ombak, membaca tulisanku satu persatu, dalam sebentar mereka merekam pesanku.

"Wahai, lautan…
"this whisper comes from the heart within:
seumpama mabuk diriku,
itu karena banyak2 cintaku
Seumpama gila diriku
itu karena mendambamu
seumpama bebas diriku
itu karena bersatu denganmu.

Panggilan sayang kekasihku

October 24th, 2006 by eikasalim

Ehem..ehem..dari judulnya, tampaknya tulisanku ini akan bersifat pribadi. Tapi biarlah, sekalian curhat buat ngilangin jenuh kerinduan yang menyesak kalbu.

Pacarku itu bukan orang yang romantis. Bilang sayang saja kadang2 harus dipaksa dan diminta, sampai merengek2 kaya anak balita :P.

Tapi untuk panggilan, dia bisa punya segudang istilah untuk memanggilku. Tergantung keadaan atau mood, untungnya aku selalu tau bahwa tiap panggilan itu ditujukan padaku.

"Pus.."
Dia suka terhadap kucing, meskipun kamu tidak memelihara kucing. Jika lihat kucing pasti dipanggil. "Pus..pus.." Ternyata kebiasaan itu berlanjut sampai menikah, yang dipanggil ‘Pus’ bukan kucing saja melainkan aku. Hehehehe aneh ya, aku kok disamakan dengan kucing :)

"Nduk.."
Pacarku itu sudah seperti kakakku sendiri, dalam artian umur dia lebih tua dan sikapnya juga lebih ngemong dan dewasa. Dia juga senang memperlakukanku sebagai adik, makanya dia memanggilku ‘Nduk’. Kalu udah dipanggil begini, wah sifat manjaku jadi muncul, merasa bisa minta apa saja pada ‘kakak’ku itu.

"Fren.."
Ini kalau kami lagi diskusi serius mengenai masalah2 serius seperti filosofi atau agama. Biar dari luar kelihatannya dia pendiam, tapi dia betah loh berdiskusi dengan intens dan mendalam. Nah, disaat2 seperti ini aku dipanggilnya ‘Fren’. Katanya, aku adalah teman diskusi dan perdebatan pendapat. Ah, whateverlah.

"Cay.."
Ini kalau dia lagi centil. Maksudnya ’sayng’ gitu tapi di centil2in jadi ‘cay’. Pasti ada maunya kalau udah manggil begini.

"Yank.."
Panggilan ini ditujukan kalau aku lagi ngamuk and bete. Maksudnya semacam rayuan gitu, namun jaraaaaaang banget digunakan. Bukan karena kami selalu rukun, tapi kata ‘Yank’ ini senjata pamungkasnya untuk meluluhkan hatiku. Masak senjata pamungkas dipakai terus…ga lucu kan?

"Mah.."
Ini kalau dia lagi kangen berat. Aku suka nangis kalau dipanggil begini, jadi inget dia terus dan fungsiku sebagai ‘mah’ yang belum kujalankan sepenuhnya akibat dua benua yang merintangi kami. *Hiks*

"Hun.."
Kata ‘hun’ merupakan bentuk centil dari ‘honey’. Kata ini digunakan kalau sedang sok romantis2an. Maklumlah, kami kan masih pacaran jadi masih suka dengan hal2 berbau romantis dan dramatis beginian.

Akhir2 ini dia suka memanggilku "Mine.."
Apalagi maksudnya ini? Tapi aku suka sih dengan bunyi ‘mine’ kayanya dia tuh saayaanng banget gitu loh. Tapi jadi sebel kecampuran geli kalau dia memanggilku "Mine,mine,mine,mine" (diucapkan dengan cepet tanpa mengambil nafas). Kenapa? Karena itu adalah bunyi yang dikeluarkan burung2 camar di filem Finding Nemo. Hehehhehe..bagi yang sudah nonton filem itu pasti tau deh.

So, bagaimana dengan kekasih2mu, kau panggil apakah mereka? Bagaimana caramu memanggil mereka? Anyway, apapun itu pastikan kekasihmu tau bahwa yang dipanggil adalah dia, hatinya, kalbunya, hidupnya. Karena, ketika seorang wanita dipanggil seorang pria untuk menjadi ‘istri’ maka yang diberikan tidak hanya tubuhnya, namun hati dan jiwanya…

*HUaaaaaa..aku kangeen pada Emas-ku…*

Barangkali lebaran memang begini

October 23rd, 2006 by eikasalim

Barangkali bukan saya saja yang pada hari ini 1 Syawal 1427 H yang merasa aneh berlebaran di negeri orang dengan suasana serba sepi dan dingin. Barangkali saya hanya salah satunya, dan tanpa ingin membesar2kan dan berkeluh kesah pada hari yang istimewa ini, mohon ijinkan saya menuliskan cerita sederhana ini.

22 Oktober 2006
Kemarin aku benar2 merasa tidak ingin keluar rumah. Di samping kehabisan energi karena menghadapi berlembar2 buku, udara di luar juga sangat dingin. Namun mendadak hp berdering menandakan sms masuk. "Nduk, datang ya di acara malam takbiran warga Indonesia di rumahku.."
Aduh, aku pun jadi tergerak ingin berangkat. Namun gimana caranya ya? Aku bingung juga mengingat rumah kawan itu letaknya jauh di ujung barat pulau Montreal.

Eh, untung sekali sore itu ada teman lain yang nelpon. "Segera mandi," katanya, "nanti jam 4 kujemput." waduh apa2an ini. Meski alhamdulillah ada tebengan untuk ber takbiran, dalam satu jam aku harus ngebut mandi dan dandan. Pyuh! Anyway, tak apalah yang penting bisa kumpul di malam terakhir Ramadan dengan teman2 daripada manyun di apartemen seperti tahanan :)

Malam takbiran di negeri orang memang tidak seseru di negeri sendiri. Hanya beberapa puluh orang yang datang, itu pun sudah dengan keluarga masing2 sehingga makhluk ’single’ sepertiku hanya manyun membayangkan indahnya kalau ada ‘Sang Kekasih’ di sampingku. (Hiks..buat kekasihku: aku rindu kamu, mas…)

Malam takbiran pun selesai jam 9, hehehhe terlalu sore jika dibandingkan dengan di Indo yang berakhir jam 6 pagi :) Tapi ya apa boleh buat, takbiran di negeri orang memang begini.

23 Oktober 2006
Aku bangun dengan tidak bersemangat. Aku sudah merencanakan sholat di kampus bersama sister2 dari Moslem Students Association. Ya, meskipun tidak ada yang ku kenal, tapi lebih baik keluar di hari raya daripada ‘ngendon’ di rumah kan??

Baru saja aku selesai mandi, telpon berbunyi: "Nduk, kamu mau sholat dimana? Teman2 di Indo pada sholat di rumah Pak L di West Island, kamu ikut nggak??"
"Wah, aku kayanya sholat di kampus aja deh, mbak… Males dingin banget. Kalau aku emang niat sholat di sana, harusnya aku ga pulang dong, Mbak..Nginep aja biar praktis."
"Nek gitu kita sholat di kampus aja apa ya? "
"Aku emang berencana gitu sih, mbak.. Nek kamu mau ke kampus, kita ketemu di sana ya.."

Puuih! Akhirnya, aku sholat di kampus. Sepi banget cuma ada sekitar 4 shaf jamaah putri dengan kostum warna warni. Tidak kaya di Indo yang semuanya pada pake rukuh warna putih. Justru inilah uniknya lebaran di Montreal bersama dengan sister2 cantik dari berbagai negara.

Lebaranku kali ini dirayakan dengan prayer saja, lalu hang out sebentar di Tim Horton untuk minum kopi. Kurang dari jam 10 aku sudah ada di rumah, berada di depan laptop dan kembali menyibukkan diri dengan membaca buku dan berita2 lebaran di kampung halaman.

Ah, bagaimana ya suasana lebaran di kampungku setelah gempa? Apa mereka berbahagia merayakannya? Aku sungguh rindu sekali pada mereka, walau aku kesepian rindu dan lebaranku biasa2 saja, namun aku merasakan kenyamanan. Teman2 yang jumlahnya tidak seberapa itulah yang telah menghadirkan kenyamanan.

Wahai, Tuhan..
aku bersyukur Kau telah menganugerahiku ramadan yang indah, lebaran yang nyaman, dan hati yang damai. Ini memang tidak sehingar bingar di kampung halaman. Ini hanya sebuah doa sederhana dari hati yang sederhana: puji syukurku karena limpahan rahmatMu, hiasilah hidupku dengan gemerlap cahaya cintaMu. Jadikan masa depanku lebih indah dengan gelimang kasihMu..

Satu lagi, Tuhan,
Terimakasih kau telah menghadirkan persahabatan2 yang begitu indahnya, walau tak kasat mata namun ini sungguh luar biasa.

Dan bagi teman2ku, bagi yang berinteraksi denganku dengan segala pergumulan ide, tingkah laku, dan tutur kataku sebagai manusia yang penuh khilaf dan dosa; mohon bukakanlah pintu maafmu.. Ijinkan aku hadir kembali sebagai sahabat yang lebih baik bagimu dimasa kini dan dimasa mendatang….

Submission

October 17th, 2006 by eikasalim

Ada yang pernah nonton film singkat berjudul "submission"? Sebuah film yang ditulis oleh Ayaan Hirsi Ali dan di sutradarai oleh Theo van Gogh. Bagi yang belum nonton, cari di google video dengan keyword submission.

Filem itu bikin geregetan sehingga aku ga tahan untuk akhirnya "follow mix" (ikut campur) dengan cara menulis disini.

Submission adalah terjemahan dari kata "Islam" dalam bahasa Inggris. Dalam filem itu di pertihatkan seorang wanita (mungkin Muslim) yang sedang melakukan "sholat" dan berdialog dengan Tuhan dalam "sholat" itu. Anehnya, si perempuan itu mengenakan pakaian yang sangat transparan (hampir telanjang) dan menggunakan cadar, serta tubuhnya dilukis dengan ayat2 Al-Qur’an.

Dalam filem itu, si perempuan mengadu betapa tidak adilnya perlakuan yang dia terima atas nama Islam. Pertama, dia mengaku sebagai perempuan baik2 dan jatuh cinta pada seorang laki2, namun cinta itu tidak bisa berlanjut dan dia menggugat Allah: "Allah, oh Allah..mengapa kau larang cinta seperti ini?"

Kemudian, dia mengadu lagi bahwa dia dinikahkan secara paksa, namun atas nama ketundukan terhadap agama, dia mengikuti kemauan orangtuanya untuk menikah paksa. Namun yang dia dapatkan adalah pukulan dari suaminya. Dia mengutip ayat Qur’an yang menyatakan bahwa laki2 adalah pemimpin perempuan, dan dia sudah berusaha mengikuti petunjuk Qur’an namun yang dia dapatkan adalah siksaan dan hinaan.

Lalu dia mengadu, menyatakan bahwa dia sudah menutupi tubuhnya, tidak menggunakan perhiasan berlebihan dan menggunakan cadar, semua untuk mengikuti perintah agama. Dia tidak membuka cadarnya kecuali di dalam rumah. Tapi, yang dia dapatkan justru pemerkosaan dari pamannya.

Pada akhir filem, ditunjukkan bahwa perempuan itu menyelesaikan "sholat"nya lalu mengucapkan salam.

Hmmm….aku miris dengan filem ini. Sungguh2 ini bukan filem yang ditujukan untuk memuliakan Islam, melainkan merupakan kritik pedas yang -bagi believers- sangat menyakitkan.

Isu2 untuk menjatuhkan Islam, sebenarnya bukan isu yang baru lagi. Bahkan upaya terang2 untuk menjelekkan Islam, Quran, dan Rasul sudah ada sejak jamannya Rasul.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, cara2 nya pun semakin canggih dan terselubung; menggunakan filem, internet, sandiwara teater, sayembara kartun Muhammad, karya2 -yang diklaim- sebagai akademis, and so on. Bahkan isu2nya sudah mulai merambat ke isu2 universal rights, dll. Islam dinyatakan sebagai agama kekerasan yang melanggar hak asasi manusia yang paling mendasar dan universal.

Akan tetapi, bagiku filem "submission" juga tidak bisa dibenarkan. Filem ini merupakan upaya terang2an dalam menodai Islam. Jika memilih agama juga dianggap sebagai hak dasar, maka filem ini tentu saja akan jatuh pd tataran menginjak2 hak asasi manusia.

Satu hal yang perlu diluruskan adalah: dalam filem itu, Islam digambarkan sebagai agama yang memandang rendah wanita. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Rasul SAW berkata: "Mulialah laki2 yang memuliakan wanita, dan hinalah laki2 yang memuliakan wanita."

Dalam kehidupan Islam di Indonesia, aku kira banyak sekali contoh yang bisa diambil bahwa wanita ditempatkan dalam posisi yang sangat istimewa: bahkan surga pun ada di telapak kaki ibu. Kita pernah memiliki seorang presiden wanita, saudari kita yang perempuan pun tidak pernah memiliki hambatan berarti untuk meniti karir. Jikapun wanita memilih menjadi ibu rumah tangga, masyarakat memberi kesempatan mereka untuk tetap aktif dalam kehidupan sosial baik melalui pengajian maupun PKK. Itu adalah gambaran masyarakat Islam kita yang sederhana dalam kehidupan nyata sehari2.

Kalaupun ada wanita yang dipukul suami, maka kasus ini adalah kasus kekerasan rumah tangga. Ini adalah kasus kekerasan yang umum, tidak memandang agama maupun sosial status masyarakat. Tidak cuma wanita Islam yang bisa menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Coba hitung kasus beginian di Amerika sana, pasti tangan kita tak kan mampu mewadahi jumlahnya.

Jikapun ada perempuan yang mengalami pelecehan seksual, wah di eropa sana juga banyak sekali. Sayangnya, perempuan2 eropa sendiri sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah jadi korban perlecehan seksual. Coba saja amati: streaptease dan sex party; apakah itu bukan pelecehan seksual namanya?? Sayangnya hanya sedikit dari mereka yang tau apa arti pelecehan seksual.

So, sebenarnya yang salah itu bukan agamanya, bukan SUBMISSION (ISLAM) itu sendiri, namun yang salah itu adalah kultur masyarakat. Masyarakat sedang sakit, oleh karena itu Islam hadir untuk mengobatinya, memberikan panduan dan arahan untuk terciptanya surga dunia dan akhirat.

Anyway, aku tidak akan banyak2 memberikan judgment terhadap Islam, karena aku bukan ahli fiqih atau tafsir. Yang mau aku tekankan adalah "appreciation". OK lah man, kita berbeda. So what gitu loh?? Mbok jangan saling menghina, wong kalau orang Yahudi digambarkan sebagai alas setrikanya kaum nazi, orang yahudi tentu marah. Jangan saling mendiskriditkan. Agama hadir memberikan pencerahan, kalaupun ada dari praktik2 agama itu yang menyimpang dari nilai yang sesungguhnya, itu adalah penyakit umum yang diderita manusia dan semua agama bisa saja tampak jelek karena penyakit manusia itu. Karena kita memang cuma manusia biasa: cuma homo homini lupus.

Agama itu idealisme-nya masyarakat manusia

*wallahu alam*